Opini

Tanaman Ganja, Memicu Kontroversi

Akuratnews.com - Tanaman ganja menjadi kontroversi setelah Kementerian Pertanian ( Kementan) menetapkannya sebagai salah satu tanaman obat komoditas binaan.

Keputusan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia (Kepmentan) Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menandatangani aturan tersebut pada 3 Februari 2020. (nasional.kompas.com, 30/8/2020)

Tanaman yang kita kenal selama ini sebagai jenis tanaman psikotropika, tanaman yang cukup berbahaya bahkan bisa membuat hilang kesadaran atau mabuk, merusak akal serta fisik. Wajar saja keputusan Kementerian Pertanian menjadi kontroversi.

Alih-alih memberantas beredarnya tanaman tersebut, pemerintah malah menumbuhsuburkan tanaman narkotika golongan 1 tersebut. Dengan dalih untuk kepentingan medis.

Dalam sistem sekuler kapitalis keputusan bisa diambil hanya dilihat apakah ada nilai untung bagi rezim yang sedang berkuasa atau tidak, bukan melihat dari segi kemaslahatan rakyat, kesehatan fisik rakyat, namun untung rugi negara. Jika untung bagi penguasa keputusan bisa ditetapkan walaupun rakyat dirugikan.

Hal ini menegaskan adanya ketidakmampuan sistem sekuler menghasilkan kebijakan yang menjamin terwujudnya rasa aman sekaligus kemaslahatan fisik rakyat.

Berbeda dengan sistem Islam, dimana setiap keputusan akan difikirkan matang-matang, terutama demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang aman dan sejahtera.

Islam sendiri telah mengatur bahwa barang yang memabukkan diharamkan untuk dikonsumsi terlebih lagi dijadikan sebagai pengahsilan atau keuntungan, apalagi dilakukan langsung oleh negara.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَام

“Setiap yang memabukan adalah khomr dan setiap khomr adalah haram.” (HR. Muslim no. 2003 dari hadits Ibnu Umar, Bab Bayanu anna kulla muskirin khomr wa anna kulla khmr harom, Abu Daud, no. 3679)

Islam bukan hanya mengatur urusan individu saja, tetapi dalam bernegara pun Islam mengaturnya, terlebih lagi dalam penghasilan yang diperoleh negara, dimana jika ingin ada keberkahan dalam sebuah negara tersebut, maka Islam punya solusinya, dari 'Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika turun ayat-ayat akhir surat Al Baqarah (tentang haramnya khomr), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar lantas bersabda,

حُرِّمَتِ التِّجَارَةُ فِى الْخَمْرِ

“Perdagangan khomr telah diharamkan” (HR. Bukhari no. 2226).

Maka dari itu hanya dengan sistem Islam akan terwujud sebuah negara yang sejahtera dan penuh keberkahan. Wallahu 'alam bishawab

Baca Juga