Seruan People Power

Tanggapan KSAD soal Dua Jenderal Purnawirawan yang Dituduh Makar

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Mayor Jenderal (purn) Kivlan Zen diperiksa Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan makar, beberapa hari kemudian, giliran mantan Danjen Kopassus, Mayjen (purn) Sunarko juga dilaporkan ke polisi oleh seseorang bernama Humisar Sahala dengan tuduhan yang sama, makar.

Sunarko disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 110 jo 108 KUHP dan Undang-Undang Nomod 1 Tahun 1946 Pasal 163 bis Jo 416 mengenai keamanan negara atau makar. Laporan itu terdaftar dalam nomor polisi LP/B/0489/V/2019/Bareskrim tertanggal 20 Mei 2019.

Dua kasus yang menyeret jenderal purnawirawan dengan tuduhan makar itu ditanggapi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa.

Andika mengatakan, kedua jenderal purnawirawan itu adalah para senior dan komandannya dulu, sehingga dirinya pun berpikiran positif. Andika yakin, para senior purnawirawan itu punya kesadaran dan kedewasaan.

“Kami yakin, beliau-beliau juga punya kesadaran, punya kedewasaan,” ungkap Andika di Balai Komando, Cijantung, Jaktim, seperti dikutip media nasional, Senin (20/5/2019).

Andika percaya, para purnawirawan yang saat ini terjerat kasus makar itu, adalah para senior-senior yang bijaksana dan mampu memberi pelajaran yang baik bagi para juniornya di TNI.

Sementara itu, selain kedua jenderal purnawirawan itu, sebelumnya, pengacara senior Eggy Sudjana dan Tokoh Tionghoa, Lieus Sungkarisma juga dituduh dengan kasus yang sama, makar. Keduanya kini ditahan aparat kepolisian.

Penulis:

Baca Juga