Tangkal Stroke, Segera Modifikasi Gaya Hidup dan Rutin Check Up

Surabaya, Akuratnews.com - Penyakit stroke termasuk serangan akut yang harus segera ditangani. Jika tidak segera ditangani, tidak saja berdampak kecacatan pada tubuh, stroke dapat pula berakibat pada stres yang berkepanjangan.

Satu satunya cara efektif adalah deteksi dini, hidup sehat dan jangan ragu ke rumah sakit agar stroke dapat diobati sesegera mungkin.

Di Indonesia terdapat sekitar 550.000 pasien baru stroke setiap tahunnya. Angka ini terbilang sangat tinggi dan menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian di Indonesia setelah kardiovascular dan kanker.

Sementara itu setiap tahun angka kejadian sebanyak 17 juta diseluruh dunia, tiap tahun 795 ribu di US terserang stroke, penyebab ke tiga kecacatan dan mengurangi mobilitas lebih dari 50 persen pasien stroke usia sekutar 65 tahun

"Memodifikasi gaya hidup, check up secara rutin merupakan hal krusial, merupakan pencegahan primer agar seseorang tidak sampai terserang stroke. Karena secara umum, stroke ini merupakan hasil akhir dari kumulasi sejumlah penyakit lainnya. Misalnya hipertensi hingga diabetes, kokesterol, obesitas, merokok dsb," ujar Dr. Yanna Saelan, Sp.S, spesialis saraf dari Siloam Hospitals Surabaya di webinar kesehatan bertajuk 'Nutrisi Tepat untuk Pasien Pre dan Paska Stroke' yang digelar manejemen Siloam Hospitals Surabaya, Rabu, (9/9) di Surabaya.

Dalam memodifikasi gaya hidup, Dr. Yanna Saelan menyoroti akan pentingnya asupan nutrisi dan deteksi serta mengobati penyakit yang dapat menimbulkan stroke sebelum serangan stroke terjadi.

"Dan bila sudah terserang stroke, sangat penting minum obat dan kontrol teratur, untuk mencegah terjadinya serangan stroke yang berulang. Jangan dilupakan pula, diet rendah kolesterol dan rutin olahraga," termasuk hal yang penting pula guna menghindari stroke," imbuhnya.

Dikatakan ahli saraf dari Siloam Hospitals Surabaya itu, Nutrisi penting pencegah stroke adalah konsumsi melalui skema diet yang rendah lemak dan tinggi serat.

"Nutrisi dengan rendah lemak berfungsi mencegah penyumbatan," sebut Dr. Yanna Saelan.

Ditambahkannya, adapun peran vitamin B12 dan Asam Folat sangat penting untuk menghilangkan depresi paska stroke.

Definisi stroke merupakan gangguan fungsi otak secara focal/global akibat gangguan peredaran darah pada otak dalam durasi lebih dari 24 jam.

Stroke sendiri dijatakannya terbagi dua macam yaitu perdarahan dan penyumbatan.

"Ada dua macam faktor risiko terjadinya stroke, yaitu faktor resiko yang modifiable, artinya dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup
dan obat obatan misalnya Diabetes, Hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan irama jantung, merokok, obesitas dan faktor risiko yang Non Modifiable misalnya, usia, jenis kelamin, keturunan, riwayat stroke sebelumnya," jelas Dr. Yanna Saelan.

Ia menambahkan, pengelolaan stres pun perlu diperhatikan guna menghindari stroke.

Berikut rekomendasi yang disampaikan dokter spesialis saraf dari Siloam Hospitals Surabaya, Dr. Yanna Saelan, Sp.S :

Check up standar meliputi pemeriksaan Darah secara lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, gula darah, lemak darah, urine lengkap, ECG

Sedangkan rekomendasi nutrisi pada pasien stroke antara lain, pola diet sehat, lemak jenuh dan kolesterol dihindari, perbanyak ikan, buah sayur dan serat, jaga berat badan ideal dan minyak zaitun guna menurunkan risiko stroke.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga