Liga 1 2019/2020

Tanpa N’Douassel dan Mihelic, Maung Bandung Sukses Gasak Kalteng Putra

Bandung, Akuratnews.com - Maung Bandung berhasil memetik poin maksimal kala menjamu tamunya, Kalteng Putra FC.

Pada laga pekan kesembilan Liga 1 2019/2020 yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (16/7) malam, tuan rumah sukses menggasak Kalteng Putra dengan skor 2-0.

Persib mendapatkan perlawanan sengit sepanjang pertandingan berlangsung. Tuan rumah yang tidak diperkuat sejumlah pemain andalannya yakni Ezechiel N’Douassel dan Rene Mihelic masih mampu memberikan permainan menyerang sejak menit awal.

Sejumlah peluang sempat tercipta selama babak pertama berlangsung. Sayangnya, belum ada gol tercipta hingga interval pertama usai.

Di babak kedua, Persib tidak menurunkan tensi serangannya. Dan gol yang ditunggu-tunggu pun akhirnya lahir melalui aksi Febri Hariyadi.

Pemain berusia 23 tahun itu menjadi aktor di balik kemenangan Maung Bandung setelah mencetak dua gol pada menit 68 dan 79.

Pelatih Persib, Robert Renne Albert mengakui, Maung Bandung belum bermain sesuai dengan yang diharapkannya. Masih banyak catatan evaluasi yang akan dibahas ke depan.

“Yang terpenting dalam pertandingan ini bukan soal cara kita bermain, tapi tiga poin. Karena kita sangat membutuhkan itu. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada para pemain. Mereka telah melakukannya,” kata Robert dalam sesi jumpa pers usai laga.

Bagi Robert, ketenangan dan kesabaran menjadi kunci kemenangan Persib di laga pekan kesembilan Liga 1 2019/2010 ini. Kendati dihadapkan dengan gaya permainan bertahan Kalteng Putra, Febri Hariyadi dan kawan-kawan berhasil membongkar untuk menghasilkan gol di menit 68 dan 80.

“Penting untuk kita bisa bersabar dan tak memberikan mereka kesempatan untuk melakukan counter attack. Di 30 menit awal, itu cukup bagus. Tapi setelahnya kita terlihat agak gugup kembali dan memberikan peluang untuk Kalteng melakukan serangan balik,” jelasnya.

Dikatakannya, di babak kedua, timnya memulainya tak jauh berbeda dan terlihat sedikit lebih tenang.

"Kita berniat untuk melakukan penetrasi lebih cepat. Tapi itu masih terlalu lambat menurut saya. Kita harus mengubah transisi bertahan ke menyerang menjadi lebih cepat,” pungkas Robert.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga