Tarif Impor Tidak Akan Dicabut Sebelum China Mematuhi Kesepakatan

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat di kwartal kedua tahun ini diperkirakan diatas 4%.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat di kwartal kedua tahun ini diperkirakan diatas 4%.

Jakarta, Akuratnews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan tetap akan mempertahankan tarif pada impor China sampai dia yakin Beijing mematuhi semua perjanjian perdagangan.

Pernyataan ini membantah ekspektasi bahwa kedua negara akan sepakat untuk menarik kembali bea masuk impor sebagai bagian dari gencatan senjata perang perdagangan.

"Kami tidak berbicara tentang menghapusnya, kami berbicara untuk mempertahankannya mereka untuk jangka waktu yang cukup lama, karena kami harus memastikan bahwa jika kami melakukan kesepakatan dengan China, China akan menjalankan kesepakatan itu," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (20/3/2019).

"Mereka punya banyak masalah untuk menjalankan kesepakatan tertentu," ungkap Trump, seperti dikutip Bloomberg.

Komentar Trump ini meredupkan harapan bahwa negosiasi perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini dapat menghapus tarif terhadap pada impor masing-masing negara senilai US$360 miliar. Beijing telah meminta pemerintahan Trump untuk menghapus tarif sebagai bagian dari kesepakatan.

Pejabat pemerintahan AS khawatir bahwa China mendorong kembali sejumlah tuntutan AS dalam pembicaraan perdagangan. Pejabat China telah mengubah sikap mereka karena setelah menyetujui perubahan kebijakan kekayaan intelektualmereka belum menerima jaminan dari pemerintahan Trump bahwa tarif yang dikenakan pada ekspor mereka akan dicabut.

Terlepas dari komentarnya mengenai tarif impor, Trump mengatakan "kesepakatan itu datang dengan baik," menambahkan bahwa negosiator tingkat tinggi AS pergi ke China akhir pekan ini untuk pembicaraan tentang kesepakatan.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan awal bulan ini bahwa salah satu poin penting yang tersisa dalam pembicaraan adalah apakah tarif akan segera dicabut atau selama periode waktu tertentu agar AS dapat memantau apakah China memenuhi kewajibannya.

AS ingin terus menggunakan ancaman tarif sebagai alat negosiasi untuk memastikan China tidak akan mengingkari kesepakatan, dan hanya akan menghapus tarif sepenuhnya ketika Beijing menerapkan semua bagian dari perjanjian. (Red)

Penulis:

Baca Juga