Tarik Ulur Penentuan Lelang Jembatan Tumbang Samba, Diduga Adanya Intervensi

Jakarta, Akuratnews.com - Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, pembangunan infrastuktur yang dicanangkan Presiden Jokowi saat ini, masih banyak mengalami kendala dan kejanggalan. hal ini dilihat, sebagian dana infrastruktur tidak dimasuki Dalam APBD untuk menghindari defesit anggaran dalam APBN. Selain itu banyak proses lelang yang tidak transparan.

"Jadi, infrastuktur banyak dikerjakan oleh BUMN, dengan mencari dana investasi atau dari investor. makanya, pembangunan infrastuktur agak mandek, karena investor masih kurang percaya dengan skema bahwa BUMN yang menampung dana dan juga sebagai Pelaksana pembangunan infrastuktur ini," kata Uchok kepada Akuratnews.com, Minggu (5/3/2017) malam.

Dia menyebutkan banyaknya proses lelang pembangunan infrastruktur seperti dalam kasus jembatan Tumbang Samba di Kantingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), karena banyak kepentingan dari pihak Kementerian PURR dan BUMN serta pihak panitia.

"Karena, BUMN kita bancakan para relawan yang sudah berbaju politisi, kemudian, lelang saat ini hanya permainan alias orang -orang yang punya duit, dan perusahaan tersebut bisa menang asal orang Yang bawah itu punya power untuk "pengaruh"   panitia lelang," ungkapnya.

Namun, terkait proses penentuan lelang proyek jembatan Tumbang Samba di Kantingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), pihaknya menduga adanya permainan antara pihak panitia lelang dengan Kementerian PURR.

Apalagi saat ini, yang namanya lelang itu, tidak publik yang melakukan pengawasan, makanya panitia lelang, dengan penilaian subjektif bisa memenangkan perusahaan yang mereka sukai.

"Dan kalau ada kemungkinan, bahwa pemenang lelang ini, WIKA, saya meminta kepada perusahaan yang kalah untuk bisa mengugat melalui jalur hukum, dan laporkan saja pokja, atau kuasa penguna anggarannya ke Ombusman," ungkapnya.

Padahal, kata dia, masyatakat Kantingan, Kalteng, sangat berharap dengan adanya dibangun jembatan Tumbang Samba, karena akan membantu utk memajukan perekonomian masyarakat sekitar sebagai akses untuk roda perekonomian masyarakarakat.

Sementara itu ditempat terpisah, perwakilan dari pihak panitia lelang proyek Jembatan Tumbang Samba,Kantingan, Kalteng, Tanggar, mengatakan lambatnya proses penentuan pemenang lelang, karena belum adanya kepastian atau informasi dari Kementerian PURR

"Saya masih menunggu informasi dari pusat kementerian PURR soal kepastian penetuan pemenang lelang proyek jembatan Tumbang Samba tersebut," kata Tanggar saat dikonfirmasi Akuratnews.com, Minggu (5/3/2017).

Namun, saat ditanyakan soal adanya intervensi atau untuk memenangkan pihak PT Wika sebagai pihak kontraktor dari BUMN.Dia enggan menjawab dengan panjang.

" Ya, kami masih menunggu keputusan dari Kementerian PURR," ungkapnya.

Untuk diketahui sebelumnya, pemerintah sedang mekakukan pembangunan infrastruktur jembatan untuk memudahkan akses masyarakat.Bahkan kemudahana akses tersebut dapat meningkatkan kesehjateraan dan perekonomian masayarakat sekitarnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPURR) Taufik Widjoyono menyatakan saat ini terdapat tujuh jembatan yang sedang dalam proses kotruksi tahun ini.

Dia menyatakan, data dari KemenPURR total dana untuk pembangunan jembatan tahun anggaran 2016 dengab total alokasi sebesar Rp 3,88 triliun dengan panjang 1.650 meter.

Dia menjelaskan, untuk jembatan Tumbang Samba yang melintasi sungai Kantingan, ditargetkan selesai tahun 2019. (Agus)

Penulis:

Baca Juga