Tarung RUU, Kapitalis vs Konservatif?

DPR RI. (foto ilustrasi)

Jakarta, Akuratnews.com - Kalau baca berita atau media sosial, mungkin kita semua udah cukup menyadari bahwa ada sejumlah regulasi yang tengah digodok pemerintah dan DPR. Dua yang paling menyita perhatian adalah RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan RUU Ketahanan Keluarga.

Bukannya apa-apa, kedua RUU ini bisa mempengaruhi kehidupan banyak orang soalnya kalau disahkan. RUU Cipta Kerja misalnya, dikhawatirkan bakalan mempengaruhi hak-hak kaum pekerja karena ada sejumlah kompensasi yang berpotensi hilang.

Di lain pihak, RUU Ketahanan Keluarga juga gak kalah untuk soal pengaruhnya buat masyarakat. Soalnya, RUU ini bisa mengatur banyak kehidupan pribadi masyarakat dan kerap dianggap berbau kelompok religius tertentu.

Terlepas dari itu semua, terlihat gak sih kalau di masing-masing RUU ini ada nuansa ideologi tertentu? Pada RUU Cipta Kerja misalnya, boleh jadi kentara nuansa kapitalismenya karena memiliki banyak unsur deregulasi yang diharapkan bisa memicu investasi dan arus kapital.

Secara khusus, kalau kekhawatiran kaum buruh soal pengurangan hak mereka benar-benar terjadi, praktis kaum pebisnis mendapatkan keuntungan lebih ketimbang kaum pekerja akibat RUU ini.

Di sisi yang lain, RUU Ketahanan Keluarga ini boleh jadi kental dengan nuansa konservatisme. Dalam kadar tertentu, nilai keluarga yang ditanamkan boleh jadi lekat dengan unsur religius ketimbang unsur progresifnya.

Secara spesifik, pelabelan penyimpangan seksual untuk kaum LGBT juga memang tergolong lekat dengan kaum konservatif dan juga mereka yang menggunakan unsur religi dalam berpolitik.

Berdasarkan kondisi tersebut, gimana ya kalau kedua kelompok ini saling beradu? Biasanya kan kaum konservatif agama suka mengkritik kaum kapitalis. Hal serupa juga berlaku bagi kaum kapitalis yang terkadang suka meledek kaum konservatif.

Sekarang mereka masih bisa ledek-ledekan gak ya? Kalau kaum konservatif mau meledek, eh mereka punya RUU Ketahanan Keluarga yang kontroversial. Sementara itu, kalau kaum kapitalis mau mengkritik, mereka juga punya RUU Cipta Kerja yang menuai banyak kritik.

Hmmm, apakah ini artinya tarung antara kedua kubu itu sekarang telah berubah dari jalanan ke DPR dalam bentuk RUU?

Ya, gak tahulah ya. Yang jelas, siapapun jangan lengah. Jangan sampai ada RUU yang menarik perhatian lebih sehingga fokus kita teralih. Mau kaum manapun, mau konservatif, mau kapitalis, mau jomblo, mau yang kudisan harus terus memantau dan kalau perlu mengkritik dua RUU ini. Bahaya soalnya kalau kecolongan, masih inget kan soal revisi UU KPK?

Penulis: Redaksi

Baca Juga