Taufik Kurniawan Resmi Jadi Tersangka, PAN Kedepankan Praduga Tak Bersalah

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan. (Ist)
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan. (Ist)

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Taufik yang juga elite Partai Amanat Nasional (PAN) terlibat dalam kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno mengatakan jika status tersangka Taufik tersebut menjadi pukulan terhadap partainya. Eddy mengaku jika pihaknya tidak bisa mentolelir kadernya yang terjerat kasus korupsi seperti yang saat ini dialami oleh Wakil Ketua Umum PAN itu.

"Tentu kita prihatin ya dengan kasus ini. Ini merupakan pukulan bagi kami. Bagaimanapun juga, besar kecilnya kasus korupsi tetaplah korupsi," kata Eddy, Selasa (30/10/2018).

Baca juga: KPK Cegah Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan ke Luar Negeri

Namun kata Eddy, ia tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Lanjut dia, PAN masih menganggap Taufik tidak melakukan tindak pidana hingga ada kekuatan hukum tetap dalam penetapan tersebut. "Kami masih menganggap Pak Taufik adalah orang yang tak melakukan tindak pidana seperti yang disangkakan," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun anggran 2016.

"KPK tetapkan TK (Taufik Kurniawan), TK ini wakil ketua DPR, sebagai tersangka. TK yang merupakan wakil ketua DPR diduga menerima hadiah atau janji," terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018) sore.

Taufik diduga membantu Bupati nonaktif Kebumen Yahya Fuad, dalam pengurusan DAK Kabupaten Kebumen itu. Dia diduga menerima sekitar Rp 3,65 miliar.

"Setelah pelantikan (sebagai Bupati Kebumen), MYF (Muhamad Yahya Fuad) diduga melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan)," tutur Basari.

Atas perbuatan tersebut Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga