Tega!! Brigjen Polisi Penjarakan Dua Adik Kandungnya

Sarkam (Baju Putih), bersama kuasa hukumnya, saat berada di lokasi pabrik Kayu CV. TRA

AKURATNEWS - Entah apa yang ada dibenak Brigjen Pol SS, ia dan istrinya tega untuk menjebloskan dua adik kandungnya, yakni  Yudi Timur (44), warga Desa Kedungguwo, Sukomoro, Magetan dan Abi Qori (48), warga Perumahan Delta Sari Indah, Waru Sidoarjo, ke rutan Mapolres Magetan.

Yang menjadi dasar pihak Reskrim Polres Magetan untuk menahan Yudi dan Abi, adalah Laporan yang terdaftar dengan nomor LP-B/16/V/2022/ SPKT.SATRESKRIM/POLRES MAGETAN/ POLDA JATIM tertanggal 8 Mei 2022.

Pelaporan itu dilakukan oleh HSA, istri kedua Perwira tinggi, yang kini menjabat sebagai Irwil ll Itwasum Polri tersebut. Dalam laporan itu, Yudi dan Abi dijerat dengan pasal penipuan dan penggelapan.

Fauzi Zuhri Wahyu Pradika, kuasa hukum Sarkam, ayah kandung kedua pihak mengungkapkan, bahwa yang menjadi sumber masalah di keluarga kliennya tersebut adalah usaha yang dibangun bersama-sama oleh ketiga anak Sarkam.

Diceritakan pengacara yang akrab dipanggil Dika ini, Awalnya Yudi mencari lokasi untuk membuat pabrik kayu, yang rencananya akan dijalankan dengan kakaknya Abi. Namun saat mendengar adik-adiknya ingin membuat usaha, Jendral SS tertarik dan memutuskan bergabung.

Sebagai seorang ayah, Sarkam yang senang pada rencana anak-anaknya tersebut, kemudian membantu dengan meminjamkan tanah SHM No.00797 atas namanya untuk lokasi pabrik.

Di atas tanah milik pria berusia 83 tahun itulah, akhirnya didirikan perusahaan dengan nama CV. Timur Raya Albasia (TRA). Yudi sebagai direktur utama, Abi sebagai direktur, dan Bagus Emza Pradhani, anak Sjamsul sebagai komisaris.

Tidak sampai di situ, pada tahun 2017 Sarkam juga rela memberikan sertifikat tanahnya, sebagai jaminan kredit sebesar 3,2 Miliar rupiah di Bank BRI, agar CV TRA bisa lebih cepat mengembangkan usahanya.

“Jaminannya sertifikat tanah milik M. Sarkam yg dipakai tempat usaha” ungkap Dika, yang juga merupakan kuasa hukum Yudi dan Abi. Rabu (14/7/22).

Setelah kredit tersebut berjalan selama dua tahun, dengan menambah jaminan sertifikat rumah yang ditempati Sarkam, CV. TRA kembali meminjam uang sebesar 300 juta. Sarkam hanya berpikir sebagai orang tua sebisa mungkin membantu agar bisnis anak-anaknya berjalan baik.

Namun permasalahan muncul pada awal 2020, pandemi yang membuat semua bisnis CV. TRA terguncang. Sehingga angsuran kredit pun mengalami keterlambatan dan macet.

“Saat itulah, mereka (SS dan istri sambungnya) datang ke Sarkam dan mengatakan keinginannya menebus dua sertifikat yang diagunkan ke bank. Mereka mengatakan hal itu dilakukan agar Sarkam tidak punya beban pikiran utang. Karena niatannya seperti itu. Klien sayapun akhirnya menyetujui niat keduanya yang akan melunasi utang usaha,” kata Dika lagi.

Setelah semua utang lunas, kemudian Sertifikat rumah diserahkan kepada Sarkam. Akan tetapi sertifikat tanah lokasi usaha tidak turut diberikan oleh SS dan istrinya. Namun lambat laun, niat pasangan suami istri itu untuk melunasi hutang bank mulai terkuak, yakni ingin mencoret nama kedua adiknya dalam susunan direksi dan menguasahi penuh perusahaan.

“Niatan itu terlihat ketika Yudi dan Abi dipaksa mengembalikan uang yang digunakan untuk melunasi utang sebesar 3,5 miliar rupiah. SS juga memberikan syarat , yakni  boleh diangsur dan sesegera mungkin,” beber Dika.

“Kemudian SS dan istri sambungnya menawarkan akan memberi kepada Yudi dan Abi Rp 1 miliar. Dengan catatan, keduanya akan kehilangan hak atas tanah seluas (6000m2) yang nilainya ditaksir seharga Rp 9 miliar, imbuh Dika.

Jika tidak mengabulkan permintaan sang kakak, Kedua adiknya itu yakni Yudi dan Abi akan dipolisikan. Pada akhirnya terbukti keduanya dilaporkan dan kini sudah jadi tersangka. Bahkan Sarkam juga mendengar bahwa dirinya juga akan menjadi tersangka dan ditahan.

Dika mengherankan, sejak dilaporkan pada 8 Mei 2022, hanya kurang dari 2 bulan, keduanya sudah dijadikan tersangka dan ditahan. Apalagi pasal yang diterapkan adalah penipuan dan penggelapan.

“Padahal selama ini Yudi dan Abi selalu kooperatif. Datang setiap ada panggilan, tidak menutup-nutupi kebenaran, tidak menghilangkan alat bukti, bahkan sertifikat tanah pabrik juga ada ditangan Sjamsul. Saya juga tahu kalau mereka itu tidak pernah minta SS atau istri sambungnya untuk melunasi utang perusahaan, disini saya bingung penerapan pasal penipuan dan penggelapannya,” kata Dika heran.

Senada dengan Dika, Sarkam juga tidak habis pikir dengan penetapan tersangka yang dilakukan oleh pihak Polres Magetan.

“Bahkan katanya untuk penetapan tersangka Kasat Reskrim sudah menanyakan kepada dua saksi ahli. Sebenarnya apa yang ditipu dan apa yang digelapkan, sertifikat ada di tangan Sjamsul dan istri sambungnya. Jadi ini kita seperti dijebak, mereka( SS dan istri sambungnya) melunasi karena dia berniat menguasahi pabrik beserta tanah saya,” kata Sarkam dengan wajah sedih, seakan tidak percaya anaknya tega melakukan hal demikian.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Magetan, AKP Rudi Harijanto, meskiput terlihat online saat dihubungi melalui whatsapp (WA), yang bersangkutan memilih bungkam.

Penulis:

Baca Juga