Tegas! KPPU Akan Cari Siapa yang Diuntungkan dari Usulan Pelabelan BPA

Ilustrasi KPPU, akan mencari tahu siapa yang diuntungkan terkait Pelabelan BPA.

AKURATNEWS - Persaingan usaha atas masifnya upaya pelabelan BPA masuk babak baru. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang pada awalnya diketahui tidak dilibatkan atas revisi kebijakan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, kini mengambil porsinya.

Langkah KPPU dalam penyelesaian permasalahan pelabelan BPA, akan mencari tau apakah ada pihak yang diuntungkan oleh revisi kebijakan, diketahui hanya bertujuan untuk menambahkan pasal tertentu, yakni mewajibkan label ‘Potensi Mengandung BPA untuk galon berbahan Polikarbonat (PC)’ atau satu jenis kemasan produk tertentu saja. KPPU menilai, jika ada pihak yang diuntungkan, revisi kebijakan BPOM itu berpotensi memunculkan persaingan yang tidak sehat terhadap pelaku usaha lain.

“Kita kan bisa menelisik nanti apakah ada pihak-pihak yang diuntungkan dari revisi kebijakan BPOM ini. Karena kan kalau kita lihat di pasar sendiri, hampir semua air minum dalam kemasan galon itu kan berbahan polikarbonat. Yang berbahan PET bisa dihitung dengan jari,” ujar Direktur Advokasi Kebijakan Publik KPPU, Abdul Hakim Pasaribu.

Untuk itu, kata Hakim, KPPU rencananya akan bertemu dengan BPOM pada Rabu (11/5) untuk diskusi guna mendapatkan info lebih lanjut berkaitan dengan rencana penyusunan revisi peraturan itu. “Kita sebenarnya mengundang BPOM via zoom hari Kamis (12/5). Tapi mereka minta dimajukan haru Rabu (11/5) di kantor mereka,” tutur Hakim.

Dia mengatakan KPPU ingin memastikan apakah revisi kebijakan BPOM itu dari aspek teknis memang betul-betul dibutuhkan atau memang ada sesuatu unsur sebab musabab di balik peraturan tersebut.

“Itu juga perlu didapat masukan dari pakar ahlinya. Karena kami kan tidak memiliki keahlian di bidang kimia terkait dengan isu ini. Kalau dilihat dari berita-beritanya sendiri dari berita-berita di Google, memang banyak ahli yang menyatakan bahwa selama ini galon guna ulang itu aman-aman saja. Memang semua bahan kemasan itu pasti mengandung bahan kimia. Tapi kan ada batasan-batasan tertentu yang diperbolehkan penggunaannya,” ucapnya.

KPPU juga akan menanyakan kepada BPOM kenapa pelabelan itu hanya ditujukan untuk galon guna ulang saja mengingat bahan kimia yang ada di galon sekali pakai berbahan PET juga mengandung bahan kimia berbahaya.

“Apakah galon sekali pakai PET tidak perlu diatur? Itu kan perlu kita lihat juga. Kemudian polikarbonat juga bukan hanya di galon guna ulang, tapi juga di kemasan-kemasan pangan lainnya juga ada. Kenapa itu tidak diatur juga, itu kan perlu kita lihat pandangan pandangan ahli kimia,” katanya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga