Tegas, Rodrigo Duterte Minta Warganya Tembak dan Pukuli Pejabat Korup

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (foto: South China Morning Post document)

Manila, Akuratnews.com - Pernyataan mengejutkan kembali muncul dari mulut Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Presiden yang kerap membuat aturan kontroversial ini telah menyarankan kepada warganya untuk menembak dan memukuli pejabat publik yang ketahuan menerima suap atau korupsi, namun jangan dibunuh.

Sebelumnya, Duterte telah memberikan perintah kontroversial, tembak mati bagi kartel, para pengedar dan mafia narkoba di negara itu, meski dikecam dunia internasional atas nama Hak Asasi Manusia, namun Duterte jalan terus, ribuan pengedar, kartel mafia narkoba dibunuh. Jumlah pastinya tidak diketahui, namun pihak berwenang mencatat 5 ribu orang lebih tewas akibat kebijakan itu.

Blak-blakan, kini perintah kontroversial kembali disuarakan Duterte sebagai jalan memerangi suap dan korupsi yang mengakar di negara itu.

Pejabat Publik yang ketahuan menerima suap disarankan untuk ditembak. Hebatnya, saran itu diinstruksikan kepada warganya, bukan kepada pihak berwenang. Duterte bahkan menjanjikan kekebalan hukum bagi warganya asalkan pejabat publik yang mereka Pukuli atau mereka tembak tidak mati.

"Jika Anda membayar pajak, biaya atau mendapatkan sertifikat, dan pejabat meminta suap, pukul mereka. Jika Anda memiliki senjata, Anda dapat menembaknya, tetapi jangan membunuh, karena selama proses persidangan Anda mungkin tidak menerima pengampunan," ujar Duterte seperti dikutip dari Russia Today, lansir situs nasional, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Duterte, bagi warga yang menerima tawaran itu tidak akan dikirim ke penjara, namun hanya dihukum secara fisik. Duterte kerap mengabaikan sisi kemanusiaan dari para terduga koruptor dan bandar atau pengedar narkoba jika dia anggap patut untuk diberikan hukuman, bahkan kematian. (*)

Baca Juga