Tembak Mati Bandar, Polisi Surabaya Amankan 17 Kg Sabu

Surabaya, Akuratnews.com - Dika Putranto alias Semar (46), bandar sabu yang ditembak mati anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya, pada Rabu (3/9/20), merupakan satu jaringan dengan tersangka Vicky Vendi, yang juga beberapa waktu lalu mati terkena timah panas polisi.

Warga Malang ini terpaksa ditembak mati karena saat diminta menunjukan barang bukti lain di rumahnya di kawasan pandaan, Semar melakukan perlawanan.

"Anggota kami terpaksa melalukan tindakan tegas terukur, karena saat akan ditangkap tersangka melakukan perlawanan dan membahayakan. Saya juga sudah berpesan baik pada anggota Satreskoba maupun Satreskrim, jika membahayakan lakukan tinsakan tegas dan terukur," terang Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir.

Dalam konfrensi pers yang dilakukan di Mapolrestabes Surabaya tersebut, pada Kamis (3/8/20), Isir juga menjelaskan bahwa penangkapan terhadap Semar, dilakukan setelah anak buahnya melakukan pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya.

"Jaringan ini ada 3 layer, dan kita melakukan pengembangan sejak 25 Juli hingga saat ini. Dari pengembangan tersebut didapati nama tersangka DP alias Semar," ungkap Isir.

"Setelah melakukan sejumlah penyelidikan, kami memperoleh informasi jika tersangka Semar berada apartemennya di kawasan Rungkut Surabaya. Kami amankan Semar berikut barang bukti 1,5 kilogram sabu-sabu," imbuh pria berdarah Maybrat tersebut.

Kemudian kata Isir, Semar mengaku masih memiliki barang bukti lain di rumah kawasan Pandaan, Pasuruan. Di sana petugas mendapati barang bukti 7,5 kilogram sabu yang disimpan dalam tas ransel miliknya. Sehingga total sabu yang dikuasai oleh tersangka mencapai 9 kilogram.

Dari sejumlah penangkapan jaringan Semar ini Satreskoba Polrestabes Surabaya, telah mengamankan setidaknya 17,1 kilogram sabu, dengan tafsiran harga 17 miliar rupiah, serta 6 mobil, 3 sepeda motor dan 1 apartemen.

Penulis:

Baca Juga