Tergiur Uang 20 Juta, Pria Asal Nganjuk Nekat Habisi Teman Kencannya

AKURATNEWS -  Usai menjadi buron selama sebulan, Priyono (41) warga Nganjuk , yang menjadi tersangka pembunuhan terhadap Sofia (45), akhirnya ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Priyono mengaku nekat menghabisi teman kencannya itu di kamar 42 Hotel Hasma Jaya 2, Jalan Pasar Kembang, karena tergiur dengan uang sebesar 20 juta milik korban.

Dalam press rilis,Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, awalnya Sofia bertemu dengan Priyono di salah satu terminal di Surabaya.  Mendengar cerita korban yang memiliki uang 20 juta, akhirnya dengan bujuk rayunya, Priyono mampu mengelabui Sofia untuk check in di hotel Hasma Jaya 2.

"Korban mengaku mempunyai uang 20 juta di tasnya. Akhirnya korban merayu dan check in di hotel, untuk bisa menguasai uang tersebut" beber Yusep, di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (28/06/2022).

" Korban sempat curhat kepada pelaku akan berniat menikah lagi namun dihalangi oleh anaknya, akibat curhat tersebut pelaku berniat ingin menikahi korban, dari situ korban berniat akan menikah dengan pelaku dengan menjanjikan segala urusan pernikahan di urus oleh korban dan berjanji akan memberikan uang 20 juta kepada pelaku," Tambahnya.

Setelah berada di Hotel korban ijin kepada pelaku untuk mandi. Kesempatan tersebut digunakan pelaku untuk menggasak uang milik korban yang berada ditas nya. Takut dikira pencuri, pelaku menyusul korban untuk melakukan pembunuhan dengan cara menyekik, memiting dan memukul korban hingga dua giginya patah hingga menceburkan korban kedalam bak mandi.

"Setelah melakukan pembunuhan, Pelaku mengunci mayat korban dari luar dan membuang kuncinya di Jalan Banyu Urip 1A, kemudian korban kabur dengan menggunakan ojek online menuju Terminal Bungurasih dengan cara offline guna kabur menuju Nganjuk Jawa Timur," terang Yusep.

Sementara itu di depan awak media, Priyono mengaku sebelum tertangkap di Jombang, dirinya sempat kabur ke Madiun.

"Ditangkap di Jombang saya pak waktu di Terminal. Sempat kabur ke Madiun," ujar Priyono.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 subsider 340 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun penjara.

Penulis:

Baca Juga