Terjerat Narkoba, Karutan Depok Ditangkap Polisi di Tempat Ini

AKURATNEWS.COM- Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Depok Anton ditangkap polisi terkait Narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukum Jakarta Barat pasca pengembangan kasus Narkoba.

Anton ditangkap di wilayah hukum Jakarta Barat dengan barang bukti sabu seberat 0,5 gram berdasarkan pengembangan atas kasus Narkoba.

Kasus ini terungkap saat Satuan Reserse Narkoba (Kasatreskoba) Polres Metro Jakarta Barat, melakukan pengembangan. Anton pun langung diamanakan polisi ketika berada sebuah indekos di kawasan Slipi, 25 Juni 2021 lalu.

Berat brutto sabu yang diamankan adalah 0,52 gram, satu buah alat hisap sabu berupa cangklong, dan bong bekas sisa pakai.

"Ada juga empat butir obat Aprazolam dan satu unit handphone," kata Kasatreskoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar kepada wartawan pada Minggu, (18/7).

Kepada polisi, Karutan Depok Anton mengaku jika mendapatkan sabu-sabu dari M yang sudah ditangkap lebih dulu.

"A ini mengenal tersangka M sejak tahun 2009. Saat itu tersangka M menjadi napi di Lapas tempat tersangka A bekerja," kata AKBP Ronaldo Maradona.

Hasil cek urine yang dilakukan terhadap tersangka Anton menunjukkan positif mengandung narkotika jenis Amphetamine, Methamphetamine, dan Benzo.

Terhadap Tersangka A dikenakan Pasal 112 ayat (1) sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti membenarkan informasi tersebut.

"Betul informasi yang dimaksud bahwa yang bersangkutan sudah berada di kepolisian terkait dengan narkoba," kata Rika.

Dia menyebut, penangkapan tersebut menjadi upaya bersih-bersih lapas dan rutan dari berbagai aktivitas terkait narkotika.

Hal ini disebutnya sebagai komitmen Ditjen Pemasyarakatan dalam pemberantasan narkoba. "Artinya siapa pun yang terlibat dalam baik pemakaian maupun peredaran narkoba, baik itu warga binaan atau pun oknum petugas, akan dikenai sanksi atau ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku," tandas Rika.***

Penulis: Redaksi

Baca Juga