Terkait Covid-19, 24 Dokter di Indonesia Meninggal

Ilustrasi Tenaga Medis
Ilustrasi Tenaga Medis

Jakarta, Akuratnews.com - Jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona (covid-19) di Tanah Air semakin bertambah. Sampai hari ini terdapat 2.273 orang positif Covid-19, 164 orang dinyatakan sembuh, dan 198 orang meninggal dunia.

Di antara para korban yang meninggal akibat covid-19, terdapat tenaga medis yang telah berjuang di garda depan untuk merawat para pasien. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) total terdapat 24 dokter yang meninggal terkait covid-19.

“Sejauh ini sejawat yang meninggal ada 24 dokter dan dokter gigi. Itu yang terkonfirmasi terkait Covid-19,” kata Humas IDI Halik Malik seperti dilansir dari Media Indonesia, Senin, (6/3/2020).

Halik mengungkapkan, dari informasi yang diterima PB IDI, setidaknya ada 18 dokter yang dilaporkan meninggal karena positif covid-19 dan PDP covid-19.

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (GB FK UGM)

2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (GB FKM UI)

3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)

4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)

5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)

6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)

7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)

8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)

9. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)

10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Cabang Prabumulih)

11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)

12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)

13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)

14. Dr. Bernadetta Tuwsnakotta Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)

15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)

16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)

17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jaksel)

18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT meninggal di RS Pelni (IDI Kab. Bekasi)

Sedangkan enam lainnya merupakan dokter gigi berdasarkan laporan Persatuan Dokter Gigi Indonesia.

1. drg. Umi Susana Widjaja

2. drg. Yuniarto Budi Santosa

3. drg. Amutavia P. Artsianti

4. drg. Roselani Widajati Odang

5. drg. Gunawan Oentaryo

6. drg. Anna

“Mayoritas dokter yang meninggal masih aktif praktek dan melayani pasien,” imbuhnya.

Halik mengatakan, IDI bisa saja mengumpulkan data terkait faktor risiko dan penyebab dokter dan tenaga medis yang meninggal, tugas utamanya, menangani pasien covid-19 langsung atau tidak langsung, perkiraan waktu terpapar, lokasi terpapar, hingga faktor penyebabnya. Namun hal ini sulit dilakukan jika tidak ada data awal dari pihak yang berwenang siapa saja tenaga medis yang terpapar, baik yang positif covid-19 maupun yang PDP.

“Jika pemerintah bisa berikan datanya, bersama tim ahli bisa dilakukan analisa mendalam untuk strategi pencegahannya. Saat ini langkah-langkah antisipatif sudah dilakukan dengan berbagai himbauan dan pelatihan penanganan covid-19 kepada sejawat dokter,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Baca Juga