Terkait Niat Australia Pada Yerusalem, Bamsoet: Itu Akan Memperburuk Perdamaian Dunia

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai rencana pemindahan kedutaan besar Australia untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem akan memperburuk kondisi perdamaian dunia dan bisa membuat keamanan dunia kembali bergolak.

"DPR RI akan mengirimkan nota protes kepada parlemen Australia. Kami meminta parlemen Australia bisa menyampaikan kepada pemerintahnya untuk membatalkan rencana tersebut. Tidak menutup kemungkinan DPR RI juga akan memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta. Kita akan melakukan berbagai upaya agar penindasan Israel terhadap Palestina bisa segera diakhiri," ujar Bamsoet saat menerima Menteri Luar Negeri Palestina, H.E. Mr. Riad Malki di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu, (17/10/18).

Bamsoet bahkan menegaskan, dukungan terhadap Palestina dalam memperjuangkan kedaulatan tanah airnya telah dilakukan sejak puluhan tahun silam, salah satunya melalui Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.

"Indonesia telah terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2019-2020. Kita tak akan gentar berhadapan dengan negara adikuasa seperti Amerika yang memiliki hak veto di PBB, maupun sekutu Israel lainnya. Melalui keanggotaan tersebut, Indonesia akan pastikan bahwa perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina akan terus digelorakan dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa," tegasnya.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Mazen Shamiya (Directorate General of The State of Palestine), Zuhair Al Shun (Duta Besar Palestina untuk Indonesia) serta Satya Widya Yudha (Wakil Ketua Komisi I DPR RI/F-Golkar) itu, DPR RI dan parlemen Palestina sudah membentuk Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) sehingga dapat memperkuat hubungan persahabatan parlemen kedua negara.

Selain itu, di berbagai forum Parlemen, DPR RI selalu mengajak parlemen negara lain ikut serta mendesak Israel menghentikan tindakan kejahatan kemanusiaan terhadap bangsa Palestina.

"Di berbagai forum parlemen tersebut, DPR RI mengecam keras penembakan yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina yang sedang melakukan demontrasi di Gaza. DPR RI juga menolak dan menentang keras pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. DPR RI menentang pula perluasan pemukiman dan pembatasan akses di kompleks Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh Israel," jelas Bamsoet.

Selain itu, mantan Ketua Komisi III DPR RI dan Menteri Luar Negeri Palestina H.E. Mr. Riad Maliki juga sepakat untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.

"Untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan bangsa Palestina, Indonesia akan membebaskan bea masuk bagi produk Palestina. Sehingga neraca perdagangan kedua negara bisa berimbang. Data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia ke Palestina sepanjang 2017 sebesar USD 2,05 juta. Sementara nilai impor produk dari Palestina antara lain kurma, bernilai 341 ribu dolar AS. Surplus untuk Indonesia sebesar USD 1,7 juta," pungkas Bamsoet.

Tak hanya itu, Bamsoet secara khusus mengucapkan rasa terimakasihnya atas bantuan yang diberikan Palestina. Melalui ‘Palestinian International Cooperation Agency’, bangsa Palestina tidak hanya menunjukan empatinya, melainkan juga ikut membantu agar korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala bisa segera bangkit. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga