Terkait Pencabutan Subsidi Listrik, Anggota DPR Ini Kritisi Biaya Produksi Tinggi

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hafizh Thohir mengkritisi tingginya biaya produksi listrik oleh PLN. Sebab, hal itu berujung pada pencabutan subsidi listrik 900 VA selama ini digunakan 22,9 juta masyarakat.

"Saya katakan bahwa ke Gubernur BI bahwa kebijakan listrik ini keliru, Sumatera punya batu bara Kalimantan punya batu bara. Tapi pembangkit listrik hanya di Jawa. Kebayang ga ? batu bara cuma 10 dollar di Kalimantan, karena tidak ada transportasi tambah 25 dollar, kemudian ditambah 30 dollar di power plan, kemudian biaya lain akhirnya bayar produksi sebesar 40 dollar," papar Hafisz saat dihubungi, Jumat (23/6/17).

Dengan tingginya biaya produksi tersebut, lanjut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, PLN masih harus bersusah payah mencari keuntungan untuk perusahaan.

"40 dollar yang dikeluarkan untuk produksi, 25 dollarnya yang nikamatin yang punya kapal. Jadi pemerintah biarkan rakyatnya biayai orang - orang yang punya kapal selama ini," pungkas legislator asal Sumatera Selatan itu. (Agus)

Penulis:

Baca Juga