Terkendala Kesehatan, Sutopo Minta Maaf Tak Bisa Layani Media dengan Prima

Jakarta, Akuratnews.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho diketahui mengidap penyakit kanker paru-paru stadium 4B. Ia mulai divonis mengidap penyakit tersebut semenjak Januari 2018 lalu.

Sebagai orang yang bertanggungjawab memberikan informasi terkait bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Sutopo selalu siaga dan siap memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat termasuk para awak media. Bahkan ditengah kondisi kesehatannya yang kurang maksimal saat ini.

"HP saya tak berhenti berdering. Whatsapp pertanyaan dari media dan lainnya juga terus masuk. Banyak sekali telpon yang saat saya angkat ternyata bukan hanya dari media. Tapi dari staf Kedutaan, Konsuler, Kementerian/Lembaga, dan masyarakat yang menanyakan kondisi di Sulteng sana," ujar Sutopo dalam keterangan resminya, Senin (1/10/2018).

Sutopo memaklumi banyaknya pihak yang membutuhkan informasi terkini terkait dengan bencana. Namun ia mengatakan, saat ini BNPB masih kesulitan mencari data dikarenakan masalah listrik dan komunikasi yang masih lumpuh.

Kendati demikian, ia menegaskan jika ada informasi terbaru akan segera disampaikan melalui wag (whatsapp group) Medkom.

"Total ada 6 wag medkom, 14 wag wapena (wartawan lokal) dan 1 wag pers BNPB yang harus saya berikan info terus-menerus. Ada lebih 3.000an wartawan yang harus saya layani. Saya broadcast melalui wag dan japri semua info bencana," kata dia.

Ditengah kondisi fisik yang masih sakit karena masa pemulihan, Sutopo tetap berusaha melayani rekan-rekan media dengan baik. Ia setiap hari menggelar konferensi pers dan selalu mengupdate segala informasi.

"Kondisi saya masih sakit. Masih pemulihan dari kanker paru-paru. Fisik rasanya makin lemah. Nyeri punggung dan dada kiri menyakitkan. Rasa mual, ingin muntah, sesak napas, dan lainnya saya rasakan. Bahkan tulang belakang saya sudah bengkok karena tulang terdorong massa kanker, makanya jalan saya miring," tuturnya.

Oleh karena itu, saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk melayani dan memenuhi pemintaan media satu per satu. Namun Sutopo menegaskan, selama masa darurat ia akan melakukan konferensi pers setiap hari.

"Mohon maaf saya tidak dapat menjawab pertanyaan lisan dan tulisan satu per satu. Mohon maaf tidak bisa wawancara ke studio," pungkasnya.

"Saya akan tetap melakukan konferensi pers setiap hari selama darurat ini. Materi pasti saya siapkan. Saat konpres silakan tanya sepuasnya. Tapi jangan pertanyaan asal-asalan dan hanya cari-cari kesalahan," sambung dia.

Sutopo kemudian meminta agar didoakan supaya lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa. Karena bagi dia, ia masih bisa menolak wawancara dengan media, tapi tidak dengan masyarakat.

"Tapi dengan masyarakat yang kehilangan saudaranya saat ini saya harus menjelaskan dan membantu dengan sabar," imbuhnya

"Sekali lagi, mohon maaf saya tidak dapat melayani dengan prima semua pertanyaan rekan-rekan media. Jika sehat pasti saya lakukan kapanpun, dimana pun, bagaimanapun selama 24 jam 7 hari seminggu," tutup dia. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga