Terkurung Selama 6 Jam, Pengunjung Blue Fish Pukul Petugas

Tangkapan Gambar Video Keributan di Depan Rasa Sayang Blue Fish, Senin (13/12/21)

AKURATNEWS - Satu orang anggota Tim Satgas Covid 19 dari BPBD Linmas Kota Surabaya, dilarikan ke Rumah Sakit Soewandi, usai mendapatkan pukulan dari seorang pengunjung Diskotik Rasa Sayang Blue Fish, pada Senin (13/12/21) pagi.

Kejadian kurang menyenangkan itu terjadi saat petugas hendak menindak Diskotik yang berada di Jalan Tegalsari nomor 97 tersebut, lantaran melanggar jam operasional yang sudah disepakati dalam pakta integritas.

BACA JUGA : DPRD Surabaya Mencurigai Ada Oknum Yang Bekingi Blue Fish

Asep (36) menceritakan, keributan itu bermula saat petugas Satgas Covid 19 mendatangi tempat tersebut, sekitar pukul 03.00 wib. Karena dicurigai masih buka, petugaspun menunggu di luar Rumah Hinuran Umum (RHU) yang juga menyediakan room karaoke itu, hingga lebih dari 6 jam.

"Datengnya sekitar jam 3 pagi kurang mas, sempet di TOA (pengeras suara) tapi tetep ndak keluar. Trus ditungguin itu sampek pagi. Keributan sekitar jam 8'an pagi usai Pak Heri Kuncoro datang," ujar Asep, Selasa, (14/12/2021).

Merasa tersandera berjam-jam di dalam diskotik, pengunjung Blue Fish dan karyawan yang keluarpun terpancing emosinya. Hingga terjadi saling dorong dengan petugas, dan berujung pada aksi pemukulan.

Usai keributan lanjut Asep, ada satu orang anggota Linmas yang terkapar hingga pingsan, yang diduga mendapat bogem mentah dari pengunjung. Mendapati rekannya dipukul, aksi kejar - kejaran dengan pelaku pun terjadi.

"Sempat kejar - kejaran sampai taman depan mas. Kayaknya ketangkep," tambah Asep.

Saat dikonfirmasi wartawan Kepala BPB Linmas Kota Surabaya membenarkan kejadian tersebut. Irvan menjelaskan, pihaknya melakukan penertiban kepada Rasa Sayang Bluefish usai mendapatkan informasi bahwa mereka tetap beroperasi melewati batas yang ditentukan oleh Perwali No 67 tahun 2021.

"Sudah kami awasi sejak jam 2 mereka memang beroperasi. Sekitar jam 3 kurang ada orang keluar masuk. Sehingga anggota Satgas Covid 19 kota Surabaya lalu menunggu hingga mereka keluar. Sayangnya malah melakukan penyerangan terhadap anggota kami di lapangan," ungkap Irvan saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (14/12/2021).

Irvan menegaskan, setelah mendapati RHU yang menyediakan miras import dan Ladies Company (LC) tersebut masih melanggar, pihaknya langsung melakukan penyegelan.

Sementara itu, saat akuratnews mencoba mengkonfirmasi terkait perkembangan dugaan penganiayaan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Marji, masih enggan berkomentar banyak.

"Sudah ada yang kita amankan satu orang. Pelakunya merupakan pengunjung,Sabar ya mas, ini masih kita lakukan pengembangan,” kata Marji saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (14/12/21) malam.

Penulis:

Baca Juga