Ternyata Rizal Ramli Pernah Tolak Tiga Jabatan Empuk Ini

Jakarta, Akuratnews.com - Sudah malang melintang di sejumlah jabatan penting di negeri ini, ekonom senior, Rizal Ramli mengungkapkan bahwa apa yang pernah diembannya itu adalah perjuangan yang tak berorientasi pada jabatan di pemerintahan semata.

Hal itu dibuktikan anggota Tim Panel Ekonomi PBB ini dengan pernah beberapa kali menolak jabatan empuk di pemerintahan.

Di era pemerintahan Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rizal Ramli pernah dua kali menolak jabatan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menggantikan S.B. Joedono dan Duta Besar RI di Amerika Serikat yang saat itu dijabat Doradjatun Kuntjoro Jakti.

"Pada tawaran ketiga, saya diminta Gus Dur membenahi Badan Urusan Logistik (Bulog). Tawaran itu saya terima, namun dengan mengajukan syarat hanya selama enam bulan, setelah itu mengundurkan diri. Akhirnya disepakati Gus Dur, 3 April 2000 saya dilantik menjadi Kabulog menggantikan Jusuf Kalla," ungkap Rizal Ramli di Jakarta, Rabu (8/5).

Setelah permasalahan di Bulog berhasil dibenahi, Gus Dur, kata Rizal Ramli, meminta dirinya menempati posisi Menko Ekuin pada 23 Agustus 2000. Saat itu, kondisi perekonomian Indonesia sedang karut marut.

"Gus Dur kemudian meminta saya menempati posisi Menko Perekonomian untuk membenahi perekonomian Indonesia yang saat itu sedang terpuruk. Alhamdulilah, amanah itu bisa saya jalankan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari minus 3 persen, bisa kita dongkrak menjadi 4,5 persen, gaji PNS kita naikan hingga 125 persen supaya daya beli masyarakat meningkat," tutur Rizal.

Masih di era pemerintahan Gus Dur, ayah tiga anak ini juga diminta menjadi Menteri Keuangan pada 12 Juni 2001.

Di era pemerintahan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), tepatnya pada 2015, Rizal pernah juga mengisi salah satu posisi di Kabinet Kerja sebagai Menko Maritim.

Hal itu ternyata pernah ditolak sebelumnya oleh pendiri Econit tersebut. Namun, ia mengamini permintaan Jokowi, lantaran tersentuh dengan ucapan Jokowi yang menyatakan bahwa rakyat Indonesia yang menginginkan ditanya untuk kehidupan yang lebih baik.

"Tapi kemudian Pak Jokowi pakai gaya Jawa banget, dia katakan: Mas Rizal, yang minta tolong ini bukan hanya Jokowi yang presiden. Siapa sih saya dibandingkan Mas Rizal dari segi pengalaman dalam dan luar negeri. Yang minta tolong ini tidak hanya saya, tapi rakyat Indonesia yang ingin hidup lebih bagus," kata Rizal menirukan Jokowi.

Fakta sejarah itulah yang dapat disimpulkan bahwa Rizal yang aktivis mahasiposni dan sudah berjuang untuk demokrasi dan anti KKN sejak 1978, tak hanya sekadar mengejar jabatan.

Hal inilah yang hingga hari ini diperjuangkan pria yang kerap disapa RR ini. Berjuang agar kedaulatan rakyat direbut kembali dan demokrasi ditegakkan.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga