Teror Terhadap Pimpinan KPK, Indikasi Komisi Anti Rasuah Itu Sedang Usut Kasus Besar?

Gedung KPK

Jakarta, Akuratnews.com - Teror yang mendera pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan sesuatu yang baru terjadi kali ini saja.

Sebagaimana diungkapkan mantan Ketua KPK periode 2007-2009, Antasari Azhar, seusai menghadiri peringatan HUT ke-46 PDIP di JI Expo Jakarta, Kamis, (10/01/2019) kemarin.

"Indikasinya adalah ketika KPK akan mengungkap kasus pasti ada itu (teror). Itu pengalaman saya." ujarnya.

Oleh karena itu, Antasari menyarankan kepada pimpinan KPK untuk bertindak hati-hati karena teror selalu ada.

Pimpinan KPK harus berkoordinasi dengan kepolisian, Densus 88, dan tim Siber Polri.

Sebelumnya, Agustus tahun lalu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan komisi antirasuah sedang mengusut kasus kakap dengan nilai kerugian jauh melampaui megakorupsi KTP-E.

Akan tetapi, ketika itu Agus enggan mengungkapkan secara rinci dugaan korupsi baru yang dimaksudkannya itu karena dirinya tidak ingin bermain politik.

Dalam penilaian Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, ancaman teror yang menyasar dua pemimpin KPK harus ditanggapi serius.

Menurut Adnan, penegak hukum harus bergerak serbacepat memburu pelaku teror bom kepada Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada Rabu (9/01/2019) tersebut.

Hingga kemarin, polisi sudah memeriksa belasan saksi, termasuk pemilik rumah, terkait dengan bom molotov di kediaman Laode M Syarif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan mereka diperiksa karena mendengar dan melihat aktivitas mencurigakan dua orang yang diduga pelaku.

"Kemudian untuk kasus di rumah Ketua KPK, kami sudah periksa enam saksi. Intinya saksi itu yang melihat ada barang berupa tas yang dicantolkan di pagar," ujar Argo.

Presiden Joko Widodo meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak akan mengendur sekalipun pemimpin KPK menghadapi berbagai ancaman dan teror.

"Saya sudah perintahkan Kapolri untuk menindak dan menyelesaikan ini hingga tuntas. Ini menyangkut intimidasi terhadap penegak hukum kita sehingga tidak ada toleransi. Kita kejar dan cari pelakunya," tandas Presiden. (Red)

Penulis:

Baca Juga