Tersinggung, Ratusan Anggota PP Datangi Sekretariat LSM SG Tuntut Permintaan Maaf

Ketua MPC PP Sidoarjo, H. Mursidi (kacamata di kepala) saat mengklarifikasi kebenaran berita miring media online Inv menyangkut pernyataan petinggi LSM 'SG', AS (bertopi). (foto dok. Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Pimpinan dan ratusan anggota Pemuda Pancasila (PP) Sidoarjo mendatangi Sekretariat LSM Seven Gab (LSM SG) Sidoarjo di kawasan Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (7/11/2019).

Alasannya, mereka tersinggung dan mempersoalkan siapa preman dimaksud dalam statemen petinggi LSM 'SG' Sidoarjo berinisial AS yang dirilis media online Investigasi.

Diungkapkan Ketua MPC PP Sidoarjo, H. Mursidi pada Akuratnews.com, Jumat (8/11/2019), kejadian itu bermula dari LSM 'SG' mengundang seseorang bernama Sunarto datang ke sekretariatnya, berkaitan proyek rehab SMPN 4 Sidoarjo. Padahal, Sunarto itu guru yang tidak ada keterkaitan dengan urusan proyek itu.

"Oleh karena Sunarto itu mantan Sekretaris PP, saya merasa terpanggil. Sesuai prinsip PP, kita bukan saudara, tapi lebih dari saudara. Saya perintahkan anak buah saya mendampingi dia ke Sekretariat LSM 'SG'. Tak berselang lama, dia menelpon anak buah saya, dibilang urusan sudah beres. Sehingga, anak buah saya ini tidak ketemu dia dan anggota LSM 'SG'. Koq, tiba-tiba media online Inv merilis berita 'Sunarto menyuruh preman-preman mengusir anggota LSM 'SG' dan wartawan Inv.' Sesuai rilis, pernyataan ini (diduga) dilontarkan AS," ujar pengusaha jasa kontruksi ini.

Adanya (dugaan) pernyataan miring AS itu, sambung Mursidi, pihaknya menanyakan pada anak buahnya, mereka bilang tersinggung. Seketika pihaknya mendatangi Sekretariat LSM 'SG' untuk klarifikasi kebenaran berita tersebut. Kemudian ratusan anggota PP tanpa perintah darinya, secara sukarela menyusul ke sekretariat LSM itu.

"Di sekretariat LSM 'SG', saya ditemui empat orang, termasuk AS dan wartawan yang diduga menulis berita miring itu. Anehnya, kedua orang ini saat saya tanya, AS mengaku tidak pernah melontarkan kata-kata itu. Begitu pula, wartawannya pun mengelak menulis berita tersebut. Karena, tak ada yang mengaku, dengan nada tinggi, saya katakan, berarti setan yang bilang dan nulis berita itu! Lalu, siapa setannya?" ucap Ketua MPC PP Sidoarjo empat periode ini.

Selanjutnya, Mursidi menandaskan, selama ini, pihaknya sebagai 'Bapak anggota PP Sidoarjo' telah berupaya merubah perilaku mereka dari tidak baik menjadi baik, berharap siapapun agar tidak mengusik mereka.

"Perlu saya tegaskan, saya menolak perbaikan berita yang ditawarkan. Persoalan ini, saya anggap selesai, jika AS menyatakan permintaan maaf di media online yang merilis berita miring itu selama tiga kali berturut-turut. Apabila, permintaan maaf tak direalisasikan, saya anggap AS menabuh genderang perang dengan PP," tandasnya.

Hingga berita ini dirilis, Akuratnews.com belum bisa mengkonfirmasi petinggi LSM 'SG', AS untuk menanggapi permasalahan tersebut. (*)

Baca Juga