Ajak Ratusan Santri Gunakan Genose C19

The Jokowi Center Pertanyakan Tes Mahal Covid-19

Jakarta, Akuratnews.com - Ratusan santri dan pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ibad Lubang Buaya, Jakarta Timur berkesempatan diberikan layanan gratis pemeriksaan Covid-19 oleh The Jokowi Center, Sabtu (13/2)

Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk memutus rantai penyebaran penularan Covid-19 menggunakan alat pemeriksaan dini Titer Hidroksi Metabolit deteksi kasus karya anak bangsa sebagai bagian screening kasus Covid-19.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak dengan harapan melalui kegiatan screening testing Genose ini dapat mencegah meningkatnya Jakarta sebagai zona merah kasus Covid-19,” kata Teuku Neta Firdaus.

The Jokowi Center bersama Universitas Gajah Mada (UGM) mencoba memperkenalkan temuan teknologi alat deteksi Covid-19 yang efektif dan efisien yang dinamakan Gadjah Mada Nose C19 (GeNose C19), alat ini memiliki cara kerja yang ringkas dan cepat dalam mendeteksi Covid-19. Alat pendeteksi Covid-19 berbasis embusan napas GeNose C19.

Teuku Neta mengungkapkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan izin edar GeNose C19 pada 24 Desember 2020 dengan nomor RI AKD 20401022882.

Namun anehnya, sampai saat ini masyarakat seolah tetap 'dipaksa' menggunakan test Covid-19 yang mahal seperti rapid test antibody, swab test antigen.

"Itu semua produk impor sebagai pedoman screening resmi untuk masyarakat, akurasi dibawah 49 persen tapi masyarakat harus membayar sangat mahal, Rp150 ribu (antibody) dan antigen Rp250 ribu. Sementara GeNose C19 karya anak bangsa biayanya sangat murah yang akurasi di atas 90 persen belum dijadikan pedoman screening resmi pemerintah," ungkapnya.

Teuku Neta melanjutkan, alat pendeteksi Covid-19 ini sudah teruji melacak kasus dengan akurasi diatas 90 persen, sehingga menjadi testing yang direkomendasikan.

Penumpang kereta api jarak jauh, selain tes rapid antigen dan diberi pilihan tes dengan GeNose yang cara kerjanya cepat dan murah.

“The Jokowi Center bersama Genose C19 mendukung program kegiatan pemeriksaan dini deteksi kasus Covid-19 guna memutus rantai penularan yang dilakukan pemerintah tetapi sampai saat ini Kemenkes masih belum menjadikan GeNose C19 sebagai pedoman screening resmi pemerintah, karenanya The Jokowi Center desak Menteri Kesehatan Republik Indonesia segera menetapkan GeNose C19 sebagai test screaning resmi di Indonesia untuk di seluruh fasilitas kesehatan, rumah sakit, klinik dan praktek dokter,” tandas Teuku Neta.

Di saat bersamaan ketua Pondok Pesantren Nurul Ibad, KH Ibnu Mulkhan menyambut baik kegiatan pemeriksaan dini deteksi kasus Covid-19 yang dilakukan lingkungan Pondok Pesantren Nurul Ibad oleh The Jokowi Center bersama Genose C19 menggunakan alat terbaru karya anak bangsa kepada ratusan santri dan para pengajar.

"Semoga dapat dirasakan manfaatnya menggunakan alat pemeriksaan dini deteksi kasus Covid-19 serta berharap alat buatan tangan pemuda Indonesia dapat dirasakan seluruh pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia dengan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah sebagai salah satu alat pemeriksaan dengan cepat dan sederhana serta akurat," ujar KH Ibnu.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Divisi Kesehatan Masyarakat The Jokowi center Dr. Mohammad Isnaini dan disaksikan pemrakarsa GeNose C19, Eko Fajar Nurprasetyo.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga