oleh

Tidak Hanya Panguragan, Puting Beliung Terjang 4 Desa di Indramayu

Indramayu, Akuratnews.com – Puting beliung bukan hanya terjadi di kawasan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Namun, angin puting beliung juga menerjang empat desa di Kecamatan Sukagumiwang, Indramayu. Sebanyak 13 rumah menjadi korban amukan angin puting beliung.

Berdasarkan data yang dihimpun Akuratnews.com, ada empat desa yang terkena dampak angin puting beliung yakni Desa Gunungsari dengan 6 rumah dan 1 fasilitas sekolah rusak.

Kemudian Desa Cadangpinggan dengan 3 rumah rusak, Desa Tersana sebanyak 2 rumah rusak, dan Desa Gedangan dengan 2 rumah rusak. Selain itu, angin puting beliung juga membuat pohon tumbang.

Kuwu Cadangpinggan, Taryana mengatakan terpaan angin kencang terjadi pada Minggu (2/1) sekitar pukul 16:30 WIB. Saat itu, dirinya sedang berada di luar rumah dan melihat angin kencang datang dari arah Cirebon dan menerjang permukiman warga.

Tiga rumah warga di desanya pun mengalami kerusakan. Belasan pohon yang ada di sekitar permukiman warga juga tumbang.

“Beberapa rumah mengalami rusak ringan. Pohon yang ada di permukiman tumbang. Tapi tidak sampai menimbulkan kerusakan berat dan korban jiwa,” ujarnya.

Senada diungkapkan, Pj Kuwu Gunungsari Taryono. Ia menuturkan, wilayahnya menjadi yang paling parah terdampak terpaan angin puting beliung. Sedikitnya ada 6 rumah yang mengalami kerusakan. Satu di antaranya mengalami rusak parah di bagian belakang.

Selain itu, angin membuat pohon menimpa kabel listrik. Akibatnya, pasokan listrik di satu blok terganggu.

“Paling parah satu rumah di Blok Pule, temboknya runtuh. Dan kabel listrik tertimpa pohon tumbang, sehingga pasokan listrik terganggu. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan PLN dan BPBD,” tuturnya.

Sementara, Camat Sukagumiwang Budi Setiawan mengatakan, dari data yang diterima kecamatan, setidaknya ada 13 rumah dan 1 sekolah yang terkena dampak angin puting beliung.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Indramayu untuk meminjamkan alat pemotong untuk memangkas pohon yang tumbang dan PLN untuk membetulkan kembali kabel litrik yang tertimpa pohon tumbang.

“Dalam setiap apel pemcam selalu mengingatkan dan mengimbau kepada pemerintah desa agar mewaspadai potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, seperti angin puting beliung dan banjir selama musim penghujan. Termasuk memperhatikan pohon besar yang sekiranya rawan tumbang bisa dipangkas,” tegasnya. (Rio)

Loading...

Komentar

News Feed