Tak Menerapkan Prokes, Masjid di Surabaya Didatangi Polisi

Penasihat takmir, Shoinuddin Umar (kiri)

AKURATNEWS - Polisi mendatangi Masjid Ibrahim, yang berada di kawasan Gubeng Klingsingan, Kota Surabaya, karena tidak menerapkan protokol kesehatan (Prokes) covid - 19.

Kapolsek Gubeng, AKP Akay Fahli bersama anggotanya mendatangi masjid tersebut, guna melakukan pendekatan dengan jamaah masjid tersebut.

Kapolsek juga melaksanakan salat Jumat di masjid Ibrahim. Usai shalat Jumat, Akay sempat berdiskusi dan mempertanyakan penerapan prokes di sana, kepada penasihat takmir, Shoinuddin Umar.

BACA JUGA : Vonis Ringan Residivis, Pakar Hukum Sebut Hakim Dede Suryaman Teledor

Ditemui usai berdiskusi dengan Kapolsek Gubeng, penasihat takmir, Shoinuddin Umar mengaku, heran dengan pertanyaan AKP Akay terkait penerapan prokes.

"Tadi pak Kapolsek tanya mengapa tidak ada penerapan prokes di masjid ini? Ya saya jawab, Prokes yang mana pak polisi? Di sini kita pro ketuhanan yang maha Esa, ketakwaan kepada Allah" ujar Shoinuddin.

"Saya juga bilang, jangan berlebihan menjaga imun malah lepas dari iman," tambahnya.

Menurut Shoinuddin jika ingin berbicara terkait prokes, polisi juga harus melihat situasi di masjid lainnya, seperti di Masjid Ampel

"Kalau bapak polisi mau, sekali kali salat lah di Ampel. Lihat situasi di sana, apa ada prokes? Mereka para jamaah yakin bahwa Allah yang melindungi mereka, bukan masker atau prokes," kata Shoinuddin.

Disinggung terkait adanya konflik dengan dengan warga sekitar yang sempat menggelar aksi protes, Shoinuddin tidak menampik hal tersebut.

"Sebelumnya memang ada sejumlah warga di kawasan sini yang melakukan aksi di masjid ini karena salah paham. Diduga karena adanya masjid di sekitar sini yang jaraknya nyaris berdekatan," paparnya.

"Sehingga ada oknum yang memprovokasi warga sekitar, untuk menolak diadakannya jumatan di tempat ini. Mungkin Ada kekhawatiran masjidnya menjadi sepi karena ada yang shalat di sini," tambahnya.

Umar melanjutkan, pihaknya tidak menyuruh jamaah untuk datang ke Masjid Ibrahim. "Semua yang melakukan shalat di sini dari keinginannya sendiri, bukan perintah dari kami," cetus Umar.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, AKP Akay Fahli mengungkapkan, pihaknya mendatangi Masjid Ibrahim karena mendapat informasi di masjid itu tidak menerapkan prokes.

Untuk membuktikan laporan tersebut, iapun mengikuti shalat Jumat di Masjid Ibrahim.

"Pertama kali melaksanakan salat Jumat, di masjid tidak menerapkan prokes, pengukur suhu tidak ada, tanda di tekel hanya separo saja. Terus waktu shalat (jamaah,red) berdempetan. Itu mushala bukan masjid," kata Kapolsek.

Penulis:

Baca Juga