Hakim mentahkan argumen penyidik

Tidak Terbukti Bersalah, Empat Terdakwa MeMiles Divonis Bebas

Surabaya, Akuratnews.com - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memvonis bebas, Fatah Suhanda, Martinu Luisa alias dr Eva, Sri Windyaswati alias Wiwied dan Prima Hendika, Kamis (1/10/2020).

Empat terdakwa kasus penipuan aplikasi Memiles  tersebut, dinyatakan tidak terbukti melanggar Pasal 105 dan dakwaan kedua subsidair Pasal 106 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Majelis hakim bependapat bahwa, tidak ada bukti kuat, PT Kam And Kam menerapkan skema piramida dalam mendistribusikan barang dan jasa sebagaimana diatur dalam Pasal 109 UU Perdagangan.

Selain itu, menurut majelis hakim, Aplikasi MeMiles memperoleh penghasilan dari berjualan jasa periklanan. Bukan dari uang pendaftaran member.

"Terdakwa sebagai pelaku usaha mendapatkan penghasilan bukan dari penjualan barang dan jasa dengan skema piramida, melainkan dari penjualan jasa advertising," terangnya.

Ketua Majelis Hakim, Sutarno mengatakan, para Terdakwa juga dinyatakan tidak terbukti melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan sebagaimana dakwaan kedua jaksa.

Menurutnya, tidak ada yang dirugikan dalam bisnis MeMiles. Member telah mendapatkan slot iklan ketika top-up.

"Unsur menguntungkan diri sendiri dan orang lain secara melawan hukum tidak terbukti," ungkap Sutarno dalam sidang di ruang Garuda.

Berdasarkan pertimbangan - pertimbangan tersebutlah, maka para hakim sepakat untuk memberikan vonis bebas terhadap para terdakwa.

“Mengadili membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan jaksa. Meminta jaksa penuntut umum memulihkan harkat dan martabat terdakwa seperti semula. Mengembalikan barang bukti kepada kepada PT Kam and Kam serta para pemilik lainnya,” ujarnya.

"Memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan sesaat setelah putusan ini dibacakan," imbuhnya.

Dalam pertimbangan majelis hakim juga disebutkan, apa yang dilakukan keempat Terdakwa tidak melanggar hukum saat mengoperasikan bisnis MeMiles yang dikelola PT Kam And Kam.

Semua argumen penyidik yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan dijadikan acuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaan, dimentahkan oleh hakim.

Setelah mendengar keputusan majelis hakim, JPU Sabetania Paembonan menyatakan pikir-pikir selama sepekan.

" Masih ada waktu dua minggu untuk menyatakan sikap, jadi kami masih pikir-pikir," kata Sabetania saat dikonfirmasi wartawan.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa pidana lima tahun penjara, karena dianggap terbukti bersalah melanggar Pasal 105 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan kesatu primair.

Para terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan serta mengembalikan aset ke member.

Penulis:

Baca Juga