Tidak Terbukti Terlibat Dengan Anarko, 231 Remaja Dipulangkan

Surabaya, Akuratnews.com - Ratusan orang mendatangi Polrestabes Surabaya untuk mencari anaknya yang diamankan saat demonstrasi menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Dari pantauan akuratnews.com, tampak orang tua serta beberapa Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Ketua RT maupun RW yang sedang mengantri masuk ke Mako Polrestabes Surabaya. Jumat (9/10/20).

Qoiriyah, salah satu orang tua yang dijumpai akuratnews.com mengatakan, ia datang bersama suaminya untuk menjemput F (16) anaknya yang diamankan di salah satu warung kopi di Jalan Rajawali, pada Kamis (8/10/20) kemarin.

"Anak saya kemarin pamitnya mau mancing, tapi saya dapat kabar katanya dibawa polisi ke Polrestabes," ungkap warga karang Tembok ini, saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (9/10/20).

Wanita paruh baya ini juga menjelaskan, sejak mendapat kabar tentang anaknya, ia langsung menuju ke Polrestabes Surabaya.

"Waktu dapat kabar saya langsung ke sini (Polrestabes),dari kemarin sore saya ke sini, tapi kata bapak polisinya belum bisa keluar, akhirnya jam 2 subuh, semua disuruh pulang," terang Qoiriyah dengan mata berkaca-kaca, karena haru anaknya bisa

Sementara itu, anak Qoiriyah membenarkan kalau saat digelandang oleh polisi, ia sedang berada di warkop, bersama temannya.

"Waktu itu polisi lagi ngejar pendemo, ada yang lari ke warkop, jadi saya ikut dibawa," kenang remaja berperawakan kurus tersebut.

Perlu diketahui, Polrestabes mengamankan 253 orang dalam aksi penolakan pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, dan sebanyak 231 dipulangkan, karena tidak terbukti terlibat dalam kerusuhan.

Penulis:

Baca Juga