Tiga Perwira Polisi Berikan Keterangan Berbeda Terkait Matinya Tahanan Polsek Tambaksari

AKURATNEWS - Kematian Hari (41) tahanan yang disebut gantung diri di ruang penyidik Lantai II, Polsek Tambaksari Surabaya, meniadi teka teki. Pasalnya 3 perwira polisi memberikan keterangan berbeda kepada awak media.

Awalnya, Iptu Agus Suprayogi Kanit Reskrim Polsek Tambaksari menyatakan, bahwa korban tewas gantung diri di Grendel (kunci pintu) menggunakan aksesoris sofa berbentuk tali.

"Korban menggantung dirinya menggunakan tali sofa dan digantungkan ke grendel (kunci pintu), "ungkap Suprayogi.

Sebelum ditemukan tewas pada pukul 06.30 WIB, Suprayogi menyatakan bahwa korban terakhir masih terlihat duduk di sofa pada pukul 24.00 WIB.

"Setelah menjalani pemeriksaan, korban masih terlihat duduk di sofa. Dan paginya sudah ditemukan tewas dengan cara gantung diri, " ungkapnya.

Namun keterangan Kanit Reskrim dan Kapolsek Tambaksari berbeda seperti Kompol Ari Bayu Aji, sangat berbeda. Menurut Kapolsek, korban ditemukan tewas tergantung di kusen pintu, ruang Bhayangkari.

"Korban ditemukan tewas gantung menggunakan tali sofa di Kusen pintu, dengan kaki masih menempel di lantai. Bukan diruangan penyidik, tapi di ruang Bhayangkari," terangnya.

Ari Bayu Aji menambahkan, korban yang ditangkap pada Kamis (1/9/2022) dini hari tersebut, sebelum dipindah ke ruang tahanan, terlebih dahulu menjalani pemeriksaan terakhir, Jum'at (2/9/2022) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Setelah menjalani pemeriksaan yang berjalan cukup panjang terakhir pukul 04.00 WIB, korban dimasukan ke ruang Bhayangkari dan ditinggal oleh penyidik untuk mencari makan, " tambahnya.

Disinggung apakah tidak ada yang menjaga korban, Yogi menyatakan, anggota piket terakhir melihat korban sekitar pukul 24.00 WIB, sedang duduk di sofa, namun baru mengetahui sudah tewas sekitar pukul 06.30 WIB.

"Ya dijaga, sekitar pukul 24.00 WIB, korban masih terlihat duduk di sofa, dan paginya baru ketahuan kalau meninggal gantung diri sebelah ruangan penyidik, " tambahnya.

Selain Kapolsek dan Kanit yang memberikan keterangan berbeda, hal serupa juga diungkapkan oleh Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol M. Fakih, bahwa korban bukan gantung diri di Grendel ataupun di kusen pintu, melainkan di lemari besi.

"Bukan di situ (kusen dan Grendel) tapi di lemari besi. Jadi di ruang Bhayangkari itu ada Lemari besi yang dipasang dengan ditanam. Dan korban menggantung diri disana," ucapnya, menepis keterangan Kapolsek dan Kanit Tambaksari

Adapun motif korban mengakhiri hidupnya, menurut M. Fakih karena merasa malu kepada keluarganya setelah ditangkap Polisi dalam kasus pencurian." korban ini merasa malu kepada keluarganya, karena ditangkap Polisi, sehingga sengaja mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, " tutupnya.

Penulis:

Baca Juga