Demo di Bawaslu dan DKPP

Tiga Poin Tuntutan Aliansi Lawan Pemilu Curang di Bawaslu RI

Aksi Unjuk rasa damai para Ibu-ibu yang tergabung di Aliansi Lawan Pemilu Curang (ALPC) di depan gedung Bawaslu dan DKPP, Jumat (10/5/2019). Foto Huge/Akuratnews.com.

Jakarta, Akuratnews.com - Ribuan massa dari Aliansi Lawan Pemilu Curang (ALPC) kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat siang (10/5/2019). Aksi ditujukan untuk menuntut Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) berani memutuskan tiga poin tuntutan ALPC.

Aksi yang tergabung dari berbagai unsur elemen organ masyarakat, Kaum Ibu (Emak-Emak) dan kalangan akademisi menuntut Bawaslu berani menuntaskan berbagai kecurangan yang dinilai masif, tersistem dan terstruktur yang dapat dilihat secara kasat mata.

Andrianto Sip, salah satu Inisiator ALPC yang juga Ketua Presidium Persatuan Pergerakan mengatakan aksi ALPC yang sudah dilakukan untuk ke sekian kalinya ini kembali datang ke Bawaslu RI dan DKPP untuk menyatakan tiga poin tuntutan terkait langsung dengan banyaknya kecurangan dan berbagai pelanggara-pelanggaran pada aspek pemilunya, termasuk jatuhnya ratusan korban jiwa anggota KPPS di berbagai daerah di Indonesia.

"ALPC datang ke Bawaslu untuk menyatakan sikap bahwa perjalanan pemilu kali ini, kita temukan banyak terjadi kecurangan-kecurangan, itu pasti, dan pelanggaran-pelanggaran aspek pemilunya," Ujar Andrianto kepada redaksi saat aksi unjuk rasa di Bawaslu RI, Jumat (10/5/2019) siang.

Bukan cuma kecurangan dan pelanggaran yang menjadi sorotan ALPC, namun menurut Andrinto, lebih ironis lagi dengan banyaknya korban jiwa meninggal yang saat ini telah memicu keprihatinan nasional.

"Kenapa seperti itu? Karena sudah hampir 574 korban meninggal dunia, dan ada sekitar tiga ribuan yang masuk rumah sakit dalam kondisi kritis." Kata dia. Andrianto menegaskan, ALPC menuntut Bawaslu lebih proaktif dan tidak perlu menunggu bola, melainkan harus menjemput bola.

"Masa dia (bawaslu.red) buta mata hatiya melihat secara kasat mata kecurangan terjadi dimana-mana, ya kan, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, belum lagi korban yang bergelimpangan, mereka ini kan nyawa manusia, 500 orang lebih, Apa tindakan Bawaslu untuk mengeksplorasi soal ini? Apa sikap Bawaslu?" Katanya.

"Nah harapan kami pada hari ini ada tiga tuntutan, yang pertama, Bawaslu menyatakan bahwa di pemilu 2019 telah terjadi kecurangan. Yang kedua, Bawaslu dan DKPP harus memecat komisioner dan anggota KPU di seluruth Indonesia, baik pusat maupun daerah-daerah, yang ketiga Bawaslu harus mempelopori penyelidikan (melalui) Tim Pencari Fakta atas meninggalnya para korban jiwa ini." Terang dia.

"Itulah tiga poin yang pada hari ini kita tuntut ke Bawaslu dan DKPP," Tandas Andrianto,

Penulis:

Baca Juga