Tim Medis Baznas Berangkat Menuju Palu

Jakarta, Akuratnews.com - Tim Medis dari Rumah Sehat Badan amil Zakat Nasional (Bazanas) Makassar, Sulawesi Selatan dan sejumlah relawan bergabung bersama Tim Baznas Tanggap Bencana untuk bergerak menuju lokasi gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Koordinator Tim Baznas, Ade Hilman mengatakan, saat ini ia dan tim dari Jakarta telah tiba di Makassar, dan segera bergabung dengan Tim medis untuk bergerak menempuh perjalanan darat selama 12 jam ke lokasi.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Komang Adi Sujendra dalam tayangan video yang menyebar melalui aplikasi percakapan mengatakan, hadirnya bantuan obat-obatan dan tenaga medis memang sangat diperlukan. Sebab saat ini banyak korban membutuhkan pertolongan.

"Selain kebutuhan itu, diperlukan juga peralatan rumah sakit lapangan, terpal dan selimut," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta menyampaikan Baznas siap merespon terjadinya bencana di tanah air. Baznas Provinsi dan Kabupaten Kota dan LAZ seluruh Indonesia terutama yang aksesnya terdekat dari lokasi bencana diharapkan dapat menyiapkan bantuan bagi korban bencana di Palu ini.

"Masyarakat diharapkan dapat memberikan support dan bantuan kepada saudara-saudara kita yg menderita karena bencana gempa yg terjadi di Sulawesi Tengah," ajak Arifin.

Berdasarkan konfirmasi kepada BMKG, tsunami terjadi menerjang pantai. Posko BNPB juga telah mengkonfirmasi ke BPBD bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala.

Beberapa video yang didokumentasikan masyarakat dan disebarkan di sosial media mengenai tsunami di Kota Palu dan Donggala adalah benar. Gempa tsunami menimbulkan korban jiwa.

“Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan,” kata Sutopo.

Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan.

Sutopo menjelaskan, kondisi listrik padam menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. Terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan.

"Operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat. Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut," tuturnya. (Yan)

Penulis:

Baca Juga