oleh

Tim Pemko Medan Bongkar 8 Unit Bangunan Bermasalah

Medan, Akuratnews.com – 8 unit bangunan kios di depan Perguruan Al Ittihadiyah Jalan Gedung Arca, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, dibongkar Tim Gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan , Rabu (14/11/2018).

Tim gabungan yang dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan langsung bergerak menuju lokasi bangunan kios yang berada di jalan Gedung Arca, Teladan, Medan. Satu unit alat berat jenis backholoader milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan juga tiba di lokasi.

Saat tim tiba, beberapa pria berusaha menghalangi Sofyan dan timnya untuk melakukan pembongkaran. Meski begitu Sofyan tidak mundur, termasuk ketika belasan siswi yang coba menghalangi dengan berdiri di depan kios yang akan dirubuhkan. Sofyan tetap menginstruksikan pembongkaran dijalankan.

Dari pantauan dilokasi, setelah belasan siswi dihalau dari depan kios,  bakchoeloader pun beraksi dan langsung menghancurkan 4 unit kios di sisi kanan depan Perguruan Al Ittihadiyah. Dalam hitungan menit, keempat bangunan kios rata dengan tanah.

Tim kemudian melanjutkan pembongkaran 4 unit bangunan kios lagi  di sisi kiri. Keempat bangunan kios itupun hancur.

Selanjutnya, sejumlah personel Satpol PP mengangkat meja dan kursi yang ada dalam kios. Saat evakuasi meja dan kursi berlangsung, salah seorang  personel Satpol PP bernama Rudy Carlo Girsang (34) mengalami insiden. Dia mengaku terkena lemparan batu yang datang dari arah sekolah.

Usai pembongkaran, kepada wartawan Sofyan mengatakan, pembongkaran dilakukan karena kedelapan unit bangunan kios dibangun tanpa SIMB.

“Kedelapan unit bangunan  kios ini dibangun tanpa SIMB sehingga kita bongkar. Kita tidak mentolerir sedikit pun atas penyimpangan yang terjadi, begitu terbukti  ada bangunan dibangun tanpa SIMB langsung kita bongkar tanpa pilih kasih,” kata Sofyan.

Sofyan pun menghimbau kepada seluruh masyarakat yang  ingin mendirikan bangunan agar lebih dahulu mengurus SIMB untuk menghindari dilakukannya pembongkaran oleh Tim.

“Sebelum ada SIMB, kita minta agar pembangunan tidak dilakukan,” sebutnya.(HSP)

Loading...

Komentar

News Feed