Timbul Mosi Tidak Percaya, Mukota Kadin Depok Berpotensi Deadlock

Logo Kadin Depok
Logo Kadin Depok

AKURATNEWS- Pasca mencuatnya pernyataan mosi tidak percaya terhadap panitia penyelanggara atau Sterring Commite (SC) dan Organizing Commite (OC) beri potensi deadlocknya gelaran Mukota Kadin ke-V Kota Depok.

Pengusaha jasa konstruksi Kota Depok yang tergabung dalam Asosiasi Jasa Kontruksi Terakreditasi (Asjakoters) Se-kota Depok menilai proses Mukota Kadin V cacat hukum.

Wakil Ketua Asjakoters Depok Indra J Napitupulu mengatakan pelaksanaan Mukota Kadin V Kamis, 25 November 2021 besok bisa dimungkinkan terjadi deadlock.

Meski begitu, Indra juga masih belum bisa pastikan apakah deadlock akan terjadi pada gelaran itu. "Jadi, mungkin iya, mungkin juga tidak", kata Indra, Rabu,(24/11) malam.

Indra juga menyebut rekan-rekan dari Asjakoters kemungkinan besar tidak hadir dalam gelaran Mukota Kadin V Depok lantaran terbentur aktifitas kerja perusahaan jasa kontruksi.

Sebagai Ketua Asosiasi Gabungan Perusahaan Kontruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Depok, Indra mengaku pihaknya akan berjuang keras memenangkan Dian Nufarida di Mukota Kadin Depok.

"Kami Gapeksindo akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Kami tetap akan terus mengawal Kadin Kota Depok ke depan agar perekonomian Kota Depok bisa terangkat pasca Covid-19 dengan tidak membiarkan Kadin Depok di pimpin orang yang kurang paham akan hal tersebut", tegas Indra.

Kendati begitu, pihaknya tidak berniat membuat deadlock dan akan mengupayakan keyamanan dan ketentraman dalam acara apabila acara tersebut dilaksanakan.

Terpisah, Ketua Kadin Provinsi Jawa Barat Cucu Sutara memberi lampu hijau dilakukanya gelaran Mukota Kadin ke-V Kota Depok kendati sebelumnya terjadi penolakan dari para asosiasi jasa kontruksi.

“Tentunya Kadin Jawa Barat mempunyai tanggung jawab untuk mengawal bagaimana proses Mukota Kadin Kota Depok ini berjalan sesuai Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) serta Peraturan Organisasi (PO),” ujar Cucu Sutara, Selasa, (23/11).

“Tinggal sekarang dalam pelaksanaannya harus berjalan baik, kondusif,aman dan nyaman, apalagi situasinya sedang pandemi Covid-19, kita harus bersatu bersinergi, berkolaborasi untuk dunia usaha di Depok yang lebih baik,” tutur Cucu.

Seandainya, lanjut Cucu, jika nanti dalam pelaksanaan Mukota ada salah satu calon kandidat yang mundur, tak mempengaruhi jalannya Mukota karena semua sudah ada aturannya.

“Yang bisa mendeadlockkan bukan dari siapa pun, tapi dalam proses nanti dalam Mukota, jangan Deadlock lah,” katanya.

Diketahui, sebelumnya para pengusaha jasa konstruksi Kota Depok yang tergabung dalam Asjakoters Depok sempat menyatakan sikap mosi tak percaya terhadap panitia Mukota Kadin Depok.

Lantaran itu juga, Kadin Provinsi Jabar sempat didesak untuk membekukan dan mengambil alih kepanitian Mukota Kadin Kota Depok serta menunda pelaksanaannya yang rencananya akan berlangsung pada 25 November 2021.

Penunjukan personel panitia terutama Ketua Panitia, Edmon Johan yang saat SK kepanitiaan turun 10 September 2021, kartu anggota biasa (KTA) sudah tidak berlaku (mati) dan baru diurus kembali pada 15 September 2021 yang jadi salah satu dasar mencuatnya mosi tidak percaya para pengusaha di Depok.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga