Hasil Sidang Isbat Kemenag

Tok! Ramadhan 1422 H Dimulai 13 April 2020

Ilustrasi Puasa
Ilustrasi Puasa

Jakarta, Akuratnews.com - Resmi, pemerintah telah ketok palu alias menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1442 Hijriah jatuh besok atau Selasa, 13 April 2021.

Ketetapan itu berdasarkan hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) yang dihadiri sejumlah ormas Islam hingga ahli astronomi.

Rapat sidang isbat ini dipimpin langsung Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.

"Tanpa ada perbedaan, tanpa ada dissenting opinion, bersepakat, dan kami menetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada 13 April 2021 atau bertepatan dengan Hari Selasa," kata Menag Yaqut.

Yaqut menjelaskan, dalam pengamatan hilal ini, ada 13 orang yang menyatakan bahwa hilal sudah terlihat.

"Kami mendapatkan 13 orang yang di bawah sumpah menyaksikan bahwa hilal sudah dilihat," ujarnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beberapa saat lalu juga telah memutuskan awal puasa, tanggal 1 Ramadan 1442 Hijriah/2021 Masehi jatuh pada, Selasa besok (13/4).

Keputusan itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Senin (12/4/2021).

"Dengan ini PBNU mengikhbarkan atau memberitahukan bahwa awal bulan Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa 13 April 2021," ujar Said Aqil dalam keterangan yang diterima Redaksi.

Menurutnya, keputusan awal puasa Ramadhan 2021 pada esok Selasa ini berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilakukan di beberapa lokasi rukyat.

Kementerian Agama (Kemenag) sendiri sudah menerima referensi laporan jika hilal awal Ramadhan 1442 H di sejumlah wilayah Indonesia. Hal itu disampaikan oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya.⁣

Menurutnya, ijtimak terjadi pada hari Senin, 12 April 2021, sekitar pukul 09.31 WIB. Pada saat terbenam matahari, lanjut Cecep, di seluruh Indonesia sudah terjadi ijtimak atau konjungsi.⁣

Cecep menjelaskan hilal awal Ramadhan 1442 H pada hari Senin, 12 April 2021 sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Yaitu, tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan ke Matahari minimal 3 derajat atau umur hilal minimal 8 jam.⁣

Sebagai yurisprudensi referensi, hilal Syawwal 1404H dengan tinggi 2 derajat dan ijtimak pada pukul 10.18 WIB pada 29 Juni 1984 juga berhasil dilihat oleh: Muhammad Arief (33) Panitera Pengadilan Agama Pare-Pare dan Muhadir (30) Bendahara Pengadilan Pare-Pare. Selain itu, Abdul Hamid (56) dan Abdullah (61), keduanya guru agama di Jakarta, juga dapat melihat hilal pada saat itu.⁣

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga