Tokoin Indonesia dan Prevent Homedik Berikan Donasi 1000 Rapid Test Bagi Tenaga Medis

Jakarta. Akuratnews - Bekerjasama dengan Prevent Homedik, Tokoin Indonesia mendonasikan 1.000 alat rapid test Covid-19 kepada para dokter dan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 melalui organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Chief Executive Officer (CEO) Tokoin Reiner Rahardja mengatakan walaupun kondisi ekonomi saat ini sangat terdampak, pihak tetap mengedepankan revolusi industri 4.0 yang tidak terelakkan.

"Pada kondisi saat ini industri yang akan sangat diuntungkan dari perkembangan blockchain yang merupakan salah satu dari revolusi industri 4.0 adalah industri kesehatan dan rumah sakit. Itulah kenapa kami tidak tinggal diam saat industri kesehatan sedang dilanda musibah besar," kata Reiner Rahardja di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Dikatakannya, garda terdepan yang melawan virus corona Covid-19 bukanlah tenaga medis, melainkan kita semua yang masih merasa sehat.

"Tugas peperangan kita adalah tetap dirumah dan jangan keluyuran atau berkumpul karena kita bisa saja mengidap virus corona Covid-19 namun tubuh kita kuat, sehingga kita disebut sebagai carrier atau pembawa virus lalu menularkan yang lemah di rumah kita, sedangkan tim medis adalah garda pertahanan terakhir yang mencegah agar tidak lebih banyak nyawa melayang, itulah kenapa kita harus mensupport garda terakhir agar tidak ikut tumbang," terang Reiner.

Sebagai generasi milenial merasa terpanggil untuk turut berpartisipasi atas imbauan Presiden Joko Widodo, yang menyatakan bahwa memprioritaskan pengujian Rapid Test kepada tenaga medis dan ODP.

"Kami juga mendukung #Gerakan Dokter Semesta yang diinisiasi oleh Ketua PB IDI," pungkas Reiner.

Ketua umum Pengurus Besar IDI Dr. Daeng M. Faqih, SH.MH mengapresiasi perhatian yang sangat besar dari Tokoin dan Prevent terhadap perjuangan tenaga medis di tengah pendemi covid-19 ini.

Diungkapkannya, IDI saat ini banyak menerima donasi. Baik itu Alat Pelindung Diri (APD), masker maupun yang lain. Bantuan ini telah disebarkan kepada para dokter dan rumah sakit rujukan Covid-19.

"Bantuan sekarang ini agak khusus, biasanya APD, sekarang agak beda bukan APD, tetapi yang didonasikan berupa rapid test," ungkap Daeng.

Pemerintah secara massal sudah melakukan rapid test. Adapun rapid test, diperuntukan kelompok rentan tertular.

"Salah satunya petugas kesehatan, jumlah dokter di Indonesia ada sekitar 200 ribu orang, sedangkan jumlah perawat ada 1 juta orang, jadi memang kebutuhannya besar, kami sangat mengapresiasi kawan-kawan Tokoin yang memberikan donasi tersebut," ujarnya.

IDI menyatakan bahwa bantuan ini akan diprioritaskan kepada kawan-kawan petugas kesehatan yang berada di garda terdepan.

Penulis:

Baca Juga