Tolak Perda Agama, Novel Bamukmin Samakan PSI dengan Komunis

Novel Bamukmin (tengah) dalam Diskusi bertajuk 'Reuni Akbar Alumni 212: Melacak Motif, Menimbang Implikasi' di Whiz Hotel, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com
Novel Bamukmin (tengah) dalam Diskusi bertajuk 'Reuni Akbar Alumni 212: Melacak Motif, Menimbang Implikasi' di Whiz Hotel, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018). Foto: Yusuf Tirtayasa/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Habib Novel Bamukmin mengecam pernyataan Ketua Umum PSI, Grace Natalie soal pembentukan Peraturan Daerah (Perda).

Ia mengatakan sikap PSI merupakan bentuk nyata dari partai yang anti agama.

Novel bahkan menyatakan ucapan Grace merupakan bibit dari komunisme. "Mereka akan pisahkan agama dari negara. Dan ini ada indikasi ala-ala komunis sepertinya, sudah membibit di dalam PSI ini yang alergi terhadap agama," ujarnya di Whiz Hotel, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018).

Novel menilai pernyataan Grace yang menegaskan partainya tidak akan mendukung Perda Syariah dan Injil dengan dalih toleransi sangatlah aneh dan janggal.

Sebab, tutur Novel, negara Indonesia didirikan berasaskan "Ketuhanan yang Maha Esa" sebagaimana diatur dalam Pancasila dan Pasal 29 UUD 45.

Novel menyebut jika dilihat siapa yang mendirikan PSI, banyak tokoh yang sekuler dan memiliki agenda anti agama. Yaitu mereka ingin memisahkan antara agama dengan politik.

"Itu (pernyataan Grace) salah kaprah kebablasan yang tentang intoleransi," tandas Novel. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga