Tolak RUU Pertanahan, Jalankan secara Konsisten UUPA No.5 tahun 1960

Hasim Al-Hadar, Sekretaris KPW STN Sulteng. (foto: dok.akuratnews.com)

Penulis: Hasim Al-Hadar, Sekretaris KPW STN Sulteng. (*)

Akuratnews.com - Menjelang HARI TANI NASIONAL pemerintah dalam hal ini presiden terpilih Joko widodo melakukan revisi undang-undang pertanahan. Revisi undang-undang pertanahan tersebut notabene tidak berpihak kepada kaum tani. Sebab, Beleid ini hanya menguntungkan pihak pemodal (PEMBISNIS).
Negara tidak sama sekali menjalankan UUPA no 5 tahun 1960. Hanya sekedar mengatasnamakan untuk melahirkan UU sektoral.

Padahal, reforma agraria bukan hanya soal redistribusi legalisasi ? akan tetapi lebih kepada perombakan struktural kepemilikan, pengunaan dan pengelolaan sumber agraria itu sendiri.

Sementara Presiden tidak serius dalam menjalankan program Reforma Agraria.

Saat ini, konflik-konflik agraria diberbagai daerah kian hari kian meningkat tanah milik petani secara terang-terangan dirampas oleh korporat.

Dimana hadirnya negara saat ini?

Hal ini menandakan bahwa sangat jelas keberpihakan negara hanya pada kaum korporat, bukan kepada petani itu sendiri.

Tak halnya sulawesi tengah provinsi yang kemudian akan mengenang satu tahun bencana alam September 2018 kemarin. Jika melihat kondisi petani saat ini khususnya kabupaten sigi desa pombewe dan jono oge ! Begitu banyak petani kehilangan basis produksinya dalam hal ini adalah tanah. Dimana daerah ini mengalami Likuifaksi atau tanah bergerak. Kemudian sampai hari ini Pemerintah provinsi sulteng sebagai instrumen negara tidak hadir ditengah-tengah kerisauan petani.

Atas situasi inila kami sebaga organisasi yang berjuang secara konsisten untuk kaum tani. KPW STN Sulteng secara organisasional menyatakan sikap menolak REVISI UNDANG-UNDANG PERTANAHAN yang di lakukan oleh pemerintahan Joko Widodo. Sebab menurut kami revisi tersebut tak lain adalah warisan kolonial (Domein Verklaring).

Ini jalan kita kedepan: Bangun persatuan nasional, Wujudkan kesejahteraan sosial dan menangkan Pancasila. #Menuju_Hari_Tani_Nasional, (*)

Penulis: .....
Editor:......

Baca Juga