Total Tujuh Aktivis Ditangkap, Disangkakan Sebarkan Hoaks

Jakarta, Akuratnews.com - Polri membenarkan penangkapan Sekretaris Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (13/10).

Selain Syahganda, enam aktivis lain juga dijemput polisi. Mereka adalah Videlya Esmerella (aktivis perempuan Makassar), Khairi Amri (Ketua KAMI Sumut), Kingkin Anida (Penulis, Mantan Caleg PKS), Kholid Saifullah (aktivis PII), Anton Permana (Pengamat Sosial Politik) dan Jumhur Hidayat (pentolan KAMI).

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan oleh tim penyidik dari Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Ya benar (penangkapan Syahganda)," kata Argo, Selasa (13/10).

Sedangkan Anton Permana, dijemput polisi pada pukul 24.00-02.00 WIB dini hari, Selasa (13/10).

"Anton, pukul 24.00-02.00 WIB ditangkap di Rawamangun di rumah saudaranya," jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono, Selasa (13/10).

Awi menjelaskan Anton ditangkap lantaran diduga menuliskan tulisan di Facebook dan WhatsApp terkait Omnibus Law (UU Cipta Kerja) dengan sangkaan awal menyebarkan berita hoaks.

Terkait penangkapan Syahganda, Awi menjelaskan, aktivis ini ditangkap lantaran diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Iya terkait dengan ITE, kami jemput di rumahnya. Kalau Jumhur tadi pagi ditangkap," paparnya.

Penangkapan Jumhur juga dibenarkan anggota Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani.

Yani mengatakan Jumhur ditangkap di kediamannya di Cipete, Jakarta Selatan. Dia ditangkap sekitar pukul 07.00 WIB.

"Jam 7 pagi kalau Pak Jumhur. Di rumah," jelasnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga