TPDI: Koalisi Adil Makmur Harus Menaikkan Daya Tawar dihadapan Gerindra

Jakarta, Akuratnews.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menilai, kader Partai Politik Koalisi Adil Makmur (PAN, PKS, Demokrat) pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno dengan terbuka menyatakan tidak turut memkampanyekan capres dan cawapres nomor urut 02 tersebut.

"Karena mereka ingin fokus mengkampanyekan dirinya selaku Caleg 2019 sekaligus ingin meloloskan Partai Politiknya memenuhi target 4% Parliamentary Threshold," kata Petrus dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Akuratnews.com, Rabu (24/10/2018).

Selain itu lanjut Petrus, masyarakat sekarang cenderung masih mendukung capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan KH. Ma'ruf Amin. Sehingga kata dia, kader-kader partai politik koalisi bahkan partai Gerindra sekalipun merasa cemas dan terancam tidak dapat memenuhi target 4% Parliamentary Threshold dan tidak mendapatkan dukungan suara signifikan menuju Senayan.

"Pilihan kader Partai Politik Koalisi Adil Makmur lebih fokus bekerja memenangkan pileg dan secara terbuka menyatakan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin alias tidak ikut mendukung Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, merupakan langkah strategis demi mempertahankan kepercayaan konstituen," tukasnya.

Bahkan menurut Petrus, kader PAN, PKS dan Demokrat khawatir jika Prabowo dan Sandiaga terpilih, maka akan terjadi pemusatan kekuasaan yang hanya dimonopoli oleh kader Partai Gerindra.

"Karena itu PAN, PKS dan Demokrat dari sekarang harus sudah membangun kekuatan untuk menaikan daya tawar di hadapan Partai Gerindra agar kelak tidak ditelikung oleh Partai Gerinda dalam pembagian kue kekuasaan mana kala Prabowo-Sandiaga memenangkan kontestasi 2019 ini," pungkas dia. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga