Trump Sebut Soleimani Bak Monster Yang Layak Dibunuh

Washington DC, Akuratnews.com - Seperti layaknya pemerintah Amerika Serikat (AS) terdahulu, Presiden Donald Trump membela keputusannya meluncurkan serangan pesawat nirawak yang menewaskan jenderal top Iran, Qassem Soleimani.

Trump blak-blakan menyebut komandan Pasukan Quds Iran yang dibunuh itu bak seorang monster.

"Dia disebut monster...dan dia monster. Dan dia bukan lagi monster, dia sudah mati, dan itu hal yang baik untuk banyak negara," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

"Dia merencanakan serangan besar, dan kita menghentikannya," lanjut Trump seperti dikutip New York Daily News, Rabu (8/1).

Orang nomor satu Amerika ini juga mengecam para bakal calon presiden AS yang menentang keputusannya untuk membunuh komadan pasukan elite dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tersebut.

"Politisi yang mencoba memenangkan (pemilihan) presiden adalah yang mengeluh, dan saya tidak mendengar orang lain mengeluh," ujarnya.

Lebih lanjut, Trump menarik ancamannya menyerang situs-situs budaya Iran jika Teheran melakukan pembalasan atas kematian Soleimani. Situs-situs budaya itu sebelumnya menjadi bagian dari 52 situs yang diancam Trump akan dibombardir Amerika jika Iran menyerang aset AS sebagai balas dendam atas kematian jenderalnya.

Ancaman menyerang situs-situs budaya Iran telah menuai kecaman karena merupakan tindakan kejahatan perang.

"Jika itu hukumnya, saya suka mematuhi hukum," kata Trump yang menarik ancamannya.

"Tapi pikirkan ini: Mereka membunuh orang-orang kita, mereka meledakkan orang-orang kita dan kemudian kita harus sangat lembut dengan situs budaya mereka," lanjutnya.

Trump menegaskan bahwa AS memiliki bukti bahwa Soleimani merencanakan serangan besar terhadap orang AS, meskipun ia tidak memberitahukan secara spesifik bukti tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Trump memerintahkan serangan rudal Hellfire dengan drone MQ-9 Reaper AS di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat pekan lalu.

Serangan itu menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani dan beberapa milisi Irak pro-Iran.

"Mereka tidak ada di sana untuk pergi ke resor yang bagus di Baghdad. Mereka ada di sana untuk membicarakan bisnis mereka," kata Trump. Dan kami menyelamatkan banyak nyawa dengan mengakhiri hidupnya, banyak nyawa diselamatkan," ujar Trump.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga