Tunggu Bioskop Dibuka, Industri Film Diminta Terapkan Kiat Ini

Jakarta, Akuratnews.com - Banyak pelaku industri film nasional termasuk pengelola bioskop menunggu pemerintah menerbitkan regulasi sekaligus prosedur tetap dan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 jelang dibukanya kembali bioskop di era the new normal.

Namun sebuah peringatan dikemukakan artis senior yang juga psikolog Niniek L Karim. Insan dan industri film dimintanya jangan terlalu menggantungkan diri pada pemerintah.

“Terapkan kiat ‘ringan sama dijinjing, berat sama dipikul’. Pasti bisa kok, jangan belum apa-apa sudah mundur,” tegas Niniek dalam Webinar 'Menyiasati Promosi Film Nasional' di Jakarta, Jumat (26/6).

Ia juga mengingatkan soal lima kebutuhan masyarakat agar mau kembali ke bioskop dari aspek psikologi sosial.

Dipaparkannya, kebutuhan pertama adalah kesehatan. Dengan kesehatan, orang mau keluar rumah. Kedua, rasa aman. Bioskop harus mampu memberikan rasa aman di tengah wabah. Faktor ketiga adalah sosial.

“Orang ingin jadi bagian komunitas, demikian pula komunitas ingin menjaring lebih banyak orang untuk bergabung. Keempat, pengakuan sosial. Misalnya, ada film baru rilis. Orang ditanya temannya, lo udah nonton film ini belum. Nah, dia pasti terpacu untuk ikut nonton,” ujar Niniek.

Sedangkan faktor terakhir adalah ingin membahagiakan orang lain.

“Rela berkorban untuk membuat yang lain bahagia. Itu sebabnya, kita sering melihat orang mentraktir yang terkasih untuk nonton,” ucapnya.

Dari pengelola bioskop sendiri di era the new normal ini sudah mulai berpromosi dan berupaya memberi rasa nyaman dan aman terlebih dulu selama menikmati tayangan di gedung bioskop.

CGV yang diwakili Dian Sunardi Munaf selaku Direktur CGV Cinema membenarkan jika pihaknya tengah menunggu keputusan pemerintah terkait izin operasi penayangan film. Protokol kesehatan selama menonton di dalam bioskop pun telah disusun.

“Kami juga ikut memikirkan agar masyarakat tetap merasa nyaman dan terhibur dengan tayangan di bioskop, tanpa takut terkena virus Covid-19. Kita mau tumbuhkan dulu kepercayaan penonton di era the new normal," ujar Dian.

Nanti harga tiket bioskop juga tidak akan sama dengan saat kita menayangkan film baru. Kuncinya kita tumbuhkan dulu kenyamanan dan kepercayaan pencinta film saat ke bioskop di era normal baru,” bebernya.

Dari sisi pemerintah, sedang disiapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan.

Dijelaskan Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Kemendikbud RI Ahmad Mahendra, surat protokol kesehatan untuk bekerja para sineas di lokasi syuting sudah dikeluarkan Kemenkes.

"Saat ini protokol kesehatan untuk fasilitas umum sebenarnya sudah bisa dipakai untuk syuting. Kita akan mendesak untuk segera dikeluarkan," kata Mahendra.

SKB empat menteri ini akan menyiapkan pedoman yang isinya untuk asosiasi film Indonesia.

"Syuting sudah bisa dilakukan. Nah, begitu SKB sudah keluar, ada mekanisme memastikan (syuting) di lapangan (lokasi syuting) itu aman dan bisa dilakukan," kata Mahendra.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga