Tuntutan Warga Korban Banjir Morowali Dikabulkan

Morowali,  Akuratnews.com - Menindaklanjuti aduan masyarakat korban bencana banjir bandang di desa Lele, Dampala, dan Siumbatu, Kecamatan Bahodopi, Pemerintah Daerah Kabuaten Morowali menggelar rapat pertemuan dengan pihak terkait, Selasa, (03/09/2019).

Rapat tersebut menghadirkan sejumlah perusahaan tambang yang berada diwilayah sungai Dampala, dikarenakan banjir tersebut terjadi karena diduga dari aktivitas pertambangan oleh perusahaan pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP). Mulai dari PT. BDM, PT. Itu Ea Abadi, PT. Vale Indonesia, PT. BMJ, PT. Tanjung Putih, PT. Sulawesi Resources.

Adapun yang hadir diantaranya, Bupati Morowali, Wakil Bupati Morowali, Ketua DPRD Morowali, Kapalores Morowali, Dandim 1311 Morowali, Asisten I bagian Pemerintahan dan Kesra, Kaban Kesbangpol Kabupaten Morowali, Kadis Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Morowali, Kepala Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Kabupaten Morowali, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Morowali.

Selain itu, hadir pula Sekertaris Dinas Perumahan Kab. Morowali, Kasat Polisi Pamang Praja Kab. Morowali, Camat Bahodopi, Manajemen PT. IMIP, KTT PT. Bintang Delapan Mineral, Manajemen PT. Tanjung Putia, Manager PT. Bintang Maha Jaya, Manajemen PT. Sulawesi Resources, Manajemen PT. Oti Eya Abadi, Kepala Desa Dampala, Kepala Desa Lele, Kepala Desa Siumbatu, Korlap/Ketua Armed Kab. Morowali.

Dalam rapat tersebut, mengahasilkan sejumlah kesepakatan agar, segera menyelesaikan ganti rugi masyrakat di tiga Desa Lele, Dampala dan Siumbatu Kecamatan Bahodopi dengan melalui tahapan. Kemudian, pada hari Kamis tanggal 5 September 2019 akan melakukan pertemuan di Kantor Bupati Morowali dengan agenda pembahasan persoalan ganti rugi masyarakat 3 Desa (Desa Lele, Dampala dan siumbatu) Kecamatan Bahodopi dan proses normalisasi sungai Dampala yang akan mengundang semua perusahaan yang beroperasi di wilayah Kec. Bahodopi.

Selanjutnya, data yang ada akan dijadikan dasar menghitung estimasi biaya untuk melakukan ganti rugi masyarakat 3 desa ( Desa Lele, Dampala dan siumbatu) Kecamatan Bahodopi akibat banjir bandang yang terjadi tanggal 6 sampai dengan 8 juni 2019. Selain itu, pemerintah dan perusahaan yang mempunyai IUP di wilayah Kecamatan Bahodopi dan Tiga Desa yang terkena dampak banjir Sungai Dampala, akan bersama-sama menanggulangi kerusakan lingkungan akibat banjir bandang yang terjadi.

Pemerintah Daerah bersama perusahaan yang memiliki IUP di Kecamatan Bahodopi diberi kesempatan/waktu untuk melakukan upaya normalisasi sungai Dampala. Dan pemerintah akan melakukan evaluasi Dokumen AMDAL di semua perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Bahodopi.

Kegiatan penambangan dan pengelolaan lingkungan pertambangan di wilayah Kecamatan Bahodopi akan dilakukan evaluasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dan melibatkan TNI dan Polri untuk melakukan Investigasi lapangan terhadap akibat banjir bandang yang lalu. Terakhir, pihak Pemerintah Daerah akan melakukan evaluasi terhadap seluruh KTT Pertambangan di wilayah Kecamatan Bahodopi.

Penulis: Wardi Bania
Editor: Redaksi

Baca Juga