Satgas Covid-19 Minta Pemda Punya Inisiatif

Tutup Kawasan Wisata Berpotensi Pusat Penularan Covid-19

AKURATNEWS - Satgas Covid-19 di daerah diminta menertibkan dan bahkan menutup kawasan wisata yang berpotensi menjadi pusat penularan Covid-19 di periode libur Lebaran tahun ini.

Hal ini terkait dengan sejumlah kawasan wisata yang dipadati pengunjung pada libur Lebaran kali ini.

"Sekali lagi kami harapkan seluruh satgas daerah terutama unsur Polda, harus berani ambil keputusan melakukan langkah-langkah penertiban. Bahkan, bila perlu apabila membahayakan keselamatan masyarakat lebih baik ditutup saja," ujar Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo dalam Talkshow Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran, Sabtu (15/5).

Ia menegaskan, pembukaan kawasan wisata pada libur Lebaran ini harusnya tetap mematuhi aturan PPKM mikro, salah satunya jumlah pengunjung hanya 50 persen kapasitas tempat wisata.

Karenanya, ia berharap seluruh pengelola tempat wisata bisa bekerja sama dengan pemerintah mematuhi aturan tersebut.

"Kami harapkan pengelola pariwisata pun bisa kerja sama, karena kalau kasus aktif meningkat otomatis semuanya akan mundur lagi," tandas Doni.

Doni yang juga Kepala BNPB ini juga meminta pemerintah daerah (Pemda) memiliki inisiatif mengawasi aktivitas di ruang publik, serta meminta masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan.

"Mohon kiranya daerah berinisiatif jangan sampai dibiarkan aktivitas publik di tempat wisata melampaui 50 persen. Oleh karenanya, kepedulian daerah untuk menaati semua aturan atau kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah pusat ini, kami betul-betul harapkan bisa terlaksana," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua KPCPEN, Airlangga Hartarto menyatakan, aturan teknis pengelolaan tempat wisata merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, dan harus sesuai aturan PPKM mikro.

"Pemerintah sudah jelas mengatur dalam PPKM mikro bahwa tempat-tempat publik itu diwajibkan ikuti protokol kesehatan dan dibuka dengan 50 persen kapasitas, dan tentu pengaturannya diserahkan pada pemerintah daerah masing-masing," ucapnya.

Arahan Satgas Covid-19 ini pun langsung ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan memutuskan menutup tiga tempat wisata yakni Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Margasatwa Ragunan terhitung 16 Mei hingga 17 Mei 2021.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nomor 1790/-1.858.2 yang ditandatangani pelaksana tugas (plt) Kadisparekraf Gumilar Ekalaya dan dikeluarkan Sabtu (15/5).

Dalam surat tersebut, Gumilar menulis bahwa berdasarkan hasil evaluasi peningkatan pengunjung pada tanggal 14-15 Mei 2021, maka kepada pengelola Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta Taman Margasatwa Ragunan dengan ini disampaikan dua hal.

“Yang pertama, terhitung mulai 16 Mei 2021 sampai dengan 17 Mei 2021 agar melakukan penutupan sementara tempat usaha dalam rangka penguatan protokol kesehatan,” tulis Gumilar dalam surat itu.

Adapun yang kedua, kawasan usaha pariwisata akan di buka kembali pada tanggal 18 Mei 2021.

Pantai Batukaras, Pangandaran yang dipadati pengunjung saat libur Lebaran tahun ini.

Sedangkan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil pun menginstruksikan akses menuju objek wisata di Pangandaran dan Ciwidey ditutup.

"Pangandaran dan akses ke Ciwidey disepakati ditutup untuk wisatawan," katanya di Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (15/5).

Seperti diketahui, pengunjung di sejumlah kawasan wisata membludak pada libur Lebaran kali ini.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Taman Impian Jaya Ancol yang jumlah pengunjungnya mencapai 39 ribu pada hari kedua Idul Fitri pada 14 Mei.

Pengelola Ancol mengatakan jumlah itu masih sesuai dengan aturan, karena di bawah 30 persen dari kapasitas total yaitu 120 ribu.

Lalu kawasan Pantai Batukaras di Pangandaran, Jawa Barat pun menjadi sorotan usai disesaki pengunjung.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga