oleh

UISU, Jika Tidak Ingin Dikenakan Pembinaan, Harus Berbenah

Medan, Akuratnews.com – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara Prof Dian Armanto PhD berharap agar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) segera berbenah dan melakukan perubahan ditahun ini.

“UISU pada 2017 menempati ranking kesatu namun 2018 turun menjadi ranking keempat” sebut Dian Armanto.

Hal tersebut disampaikan Dian Armanto dalam sambutannya didepan civitas akademika UISU pada acara Milad Yayasan UISU ke 68, Milad UISU ke 67, Milad Fakultas Hukum UISU ke 67 dan Milad Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UISU ke 61 diaula utama kampus UISU, Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (7/1/2019).

Dian menyebutkan untuk mencapai kemajuan UISU sebagai Universitas swasta tertua di Indonesia harus ada batas antara yayasan dengan pendidikan. Selain itu Rektor harus diberi wewenang dalam membentuk pembantu pembantunya seperti Wakil-wakil Rektor, Dekanat maupun Ketua ketua Program Pendidikan (Prodi) agar tercapai target visi dan misinya.

Rektor, tambah Dian, perlu diberi target dan tanggung jawab yang berat serta diberi kesempatan untuk menentukan pembantu pembantunya.

“Jika Rektor tidak mampu meningkatkan statusnya menjadi akreditasi A maka Rektornya perlu diganti” ungkap Dian.

Selain itu Dian juga berharap agar UISU pada tahun ini dapat meningkatkan status akreditasinya menjadi akreditasi “A”.

“Harus ada pembenahan UISU ditahun ini” jelasnya.

Ditambahkannya, jika Rektor tidak melaksanakan perbaikan sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi diantaranya tata kelola maupun evaluasi kegiatan akademik, maka akan ada tindakan pembinaan.

Tindakan pembinaan itu, sebut Dian, menyebabkan perguruan tinggi tersebut tidak boleh menerima mahasiswa baru, data ditutup, tidak boleh wisuda dan kepangkatan dipertimbangkan.

“Kalau sudah diberlakukan pembinaan maka itulah titik awal kehancuran sebuah perguruan tinggi” sebut Dian.

Saat Milad UISU ke 67 pada Januari 2018 lalu, diketahui Rektor UISU Prof Dr Ir Mhd Assad MSi menyebutkan pada tahun tersebut UISU akan berupaya meningkatkan status menjadi akreditasi A. Faktanya hingga memasuki 2019 harapan tersebut tidak teralisasi.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Rektor Prof Dr Ir Mohammad Assad MSi, para civitas akademika UISU, unsur Yayasan, yang mewakili Forkompimda, yang mewakili keluarga pendiri UISU dan undangan.

Dalam acara itu juga dilangsungkan pengukuhan Prof Roswita Sitompul SH MHum PhD sebagai Guru Besar UISU. (HSP)

Loading...

Komentar

News Feed