Toyota Bekerjasama dengan NEDO dan Sharp

Uji Coba Mobil Listrik Prius dengan Panel Surya

Jakarta, Akuratnews.com - Mobil listrik tidak menghasilkan emisi, tetapi proses isi ulang baterainya memerlukan waktu cukup panjang. Selain itu jarak tempuh yang dihasilkannya masih belum dapat mengalahkan mobil bermesin pembakaran internal. Dengan demikian, Toyota ingin mengatasi masalah yang ada dalam mobil listrik dengan melengkapi model Prius dengan panel surya.

Pengujian menggunakan purwarupa Toyota Prius sudah dimulai pada bulan Juli lalu. Dilansir dari Digital Trends, Minggu (15/9/2019), Toyota bekerja dengan NEDO dan Sharp pada program pengujiannya. Shrap sendiri menyediakan panel surya yang ada di kap, atap, jendela belakang, dan spoiler belakang. Panel ini hanya memiliki ketebalan 0.03 mm sehingga memungkinkannya dibentuk sesuai desain mobil.

Toyota sudah menawarkan atap panel surya untuk Prius di beberapa pasar, tetapi purwarupa panel surya ini diinformasikan agak lebih mutakhir. Ia dapat mengisi daya baterai mobil saat diparkir atau saat berjalan. Pada pengujian, kapasitas baterai dibuat lebih besar, dengan sel baterai ekstra di dalam bagasi menambah bobot tambahan 81 kg.

Pengujian awal panel surya menemukan bahwa mereka mampu menambahkan jarak sepanjang 56 km saat mengemudi, dan 43 km saat diparkir. Selain luas permukaan panel surya yang lebih besar pada mobil uji, panel Sharp juga lebih baik dalam mengubah sinar matahari menjadi lisrik ketimbang panel yang digunakan Prius sebelumnya. Panel Sharp memiliki tingkat efisiensi 34 persen dibandingkan dengan 22,5 persen untuk sistem yang saat ini dalam produksi massal.

Angka presentasi daya listrik yang diberikan oleh panel kemungkinan dapat berubah tergantung dari kondisi cuaca. Jika pabrikan ingin dapat menghadirkan daya listrik yang lebih besar dari sinar matahari, maka diharuskan penggunaan panel surya yang lebih banyak, tetapi ini menjadikan mobil berbiaya tinggi.

Toyota dan produsen mobil lain kemungkinan akan terus menawarkan atap panel surya yang menyumbang sejumlah kecil daya tambahan, tetapi mobil produksi yang sepenuhnya bergantung pada energi matahari mungkin tidak layak untuk saat ini. Jika saatnya hal itu tiba, bisa menjadi terobosan besar dalam babak baru kendaraan masa depan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga