Ujianto : Rapid Test Berbayar Jangan Lukai Hati Rakyat

Pemalang, Akuratnews.com - Wabah Pandemi covid-19 semakin lama semakin sulit dibendung. Beberapa dampak satu persatu mulai bermunculan, banyaknya masyarakat Pemalang yang terpapar kena virus tersebut.

Akibatnya, anggaran yang sudah dipersiapkan untuk jalanya beberapa alokasi titik pembangunan juga ikut terlibas mengalami pergeseran demi untuk penanggulangan dan pencegahan pandemi covid-19.

Pemkab Pemalang telah menyediakan anggaran pergeseran APBD mencapai 64 Milyar. Selain hal terdebut, krisis perekonomian serta aspek sosial juga terganggu rutinitasnya dan masyarakat mengalami tambahan kesulitan lain.

Menurut pengamatan akuratnews.com, dengan dibukanya rapid test mandiri dari RSUD Ashari Pemalang yang yang menyatakan, tertanggal mulai 18 Mei 2020 laboratorium RSU. dr.M. Ashari melayani pemeriksaan rapid covid-19 dengan biaya Rp.399 700.

Ungkapan masyarakat di media sosial berkaitan dengan harga rapid test, menurut Ujianto, ketua fraksi Golkar yang juga anggota DPRD komisi B kebupaten Pemalang mengatakan melalui pesan aplikasi, bahwa dalam situasi seperti tersebut dimana semua sendi kehidupan terganggu dan utamanya ekonomi, maka mestinya hal tersebut jangan dilakukan terlebih dulu.

"Mestinya kita tunda dulu,"kata Ujianto (Minggu, 31/5/2020).

Ditambahkan Ujianto, meskipun negara telah melakukan rapid tes secara gratis dibeberapa tempat dimana konsentrasi massa seperti pasar, mal, masjid dan tempat tempat lain, hal tersebut bukan merupakan alasan pembanding sebagai pengetesan rapid test berbayar menjadi hal yang lazim.

'Iklan layanan itu kami rasa melukai hati rakyat dalam kondisi seperti ini," imbuhnya.

Ditambahkan olehnya, hal yang mungkin sangat kontradiktif adalah kenapa para anggota DPRD dan beberapa ASN bisa bebas biaya tapi justru di layanan negara bagi masyarakatnya malah dibebani biaya dan tercetak sangatlah tidak bijak.

Penulis: Heru Prabowo

Baca Juga