oleh

UMSK Bekasi 2019 Terkendala Sulitnya Penentuan Sektor Unggulan

Bekasi, Akuratnews.com – Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Bekasi tahun 2019 kini masih dalam pembahasan. Penetapan UMSK Bekasi terkendala sulitnya penentuan sektor unggulan.

Hal itu diketahui dalam dialog di Presiden Executive Club, kawasan industri Jababeka Cikarang, yang dihadiri Disnaker Kabupaten Bekasi, Apindo, pengelola kawasan industri dan Polres Metro Bekasi pada Kamis (29/11).

Perwakilan Apindo Kabupaten Bekasi, Agus Setiawan menilai sulit untuk menentukan sektor unggulan jika merujuk Permenaker No. 15/2018. Pasalnya, yang harus diutamakan adalah skala besar dan disepakati oleh Dewan Pengupahan.

Hal itu membuat perlunya dilakukan voting dalam penetapan angka jenis sektor unggulan seperti otomotif, elektronik, logam dan kimia farmasi.

“Jika Pergub No. 54 Tahun 2018 tidak dicabut, terdapat pasal dimana tersebut menjelaskan pembentukan asosiasi dalam menentukan UMSK, pihak Apindo dapat melakukan perundingan” ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (4/12/2018).

Belum adanya penentuan sektor unggulan juga disampaikan Bambang selaku perwakilan Disnaker Bekasi.

Yakni soal jenis serta produk apa yang layak dikategorikan sebagai sektor unggulan dan bisa dimasukan dalam pembahasan untuk penetapan kenaikan UMSK 2019.

“Ketentuan baru tentang Upah Minimun yang ditetapkan Gubernur Jabar memudahkan Dewan Pengupahan menentukan besarannya nilai UMSK masing-masing sektoral,” ungkap Bambang.

Sementara itu, pengelola kawasan industri Jababeka Aris Dwi menuturkan kondisi hubungan industrial di sana relatif aman karena tidak ada laporan penolakan dari para tenant pasca penetapan UMK 2019.

“Kami berharap agar masalah UMSK yang masih dalam pembahasan dapat ditetapkan sesuai aturan ketenagakerjaan dan dapat diterima masing-masing pihak,” pungkasnya. (Ysf)

Komentar

News Feed