Ungkap Jaringan Pamekasan-Sampang, Polisi Amankan 1,5 kg Sabu dan Ratusan Ribu Butir Pil Koplo

Surabaya, Akuratnews.com - Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menyita 1,5 kilogram sabu dan 234 ribu butir pil koplo, dari empat kurir narkoba jaringan lapas Pamekasan - Sampang.

Keempat tersangka itu diantaranya, Jakfar Ninggolan (30) warga Tambak Oso, Waru Sidoarjo. Aris Zainuri (28) warga Rungkut Tengah, Surabaya, Khusnul Ulum (29) dan Mardiwinata Frans Nanda Putra (25), keduanya merupakan warga Kediri yang tinggal kos di Taman, Sidoarjo.

Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Heru Dwi Purnomo menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari ditangkapnya dua tersangka Khusnul Ulum (29) dan Mardiwinata Frans Nanda Putra (25) di sebuah rumah kos di Jalan Reformasi, Sambisari, Taman, Sidoarjo pada Selasa (29/9/2020).

"Dari penggeladahan dirumah kos tersebut ditemukan 234 ribu pil dobel L, 1,5 kilogram sabu, dua handphone dan sebuah alat press," terangnya.

Setelah menangkap dua tersangka tersebut, polisi kembali melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Jakfar Ninggolan (30) warga Tambak Oso, Waru Sidoarjo. Aris Zainuri (28) warga Rungkut Tengah, Surabaya.

"Mereka kita amankan di rumah di wilayah tambak Oso Sidoarjo. Dari tempat tersebut ditemukan kurang lebih satu kilogram sabu, timbangan elektronik dan sebuah buku catatan," katanya.

Heru mengungkapkan, anggotanya terpaksa menembak kaki dari dua orang tersangka. Karena tidak kooperatif saat akan diamankan.

"Dua pelaku di antaranya kami lumpuhkan kakinya dengan tembakan karena berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap," ungkap Heru.

"Kedua pelaku yang ditembak kakinya masing-masing berinisial AS, usia 29 tahun, warga Kota Surabaya dan JN (30), warga Sidoarjo, Jawa Timur," imbuhnya.

Para kurir tersebut mengaku, diperintahkan oleh dua orang DPO yakni berinisial N dan G. Salah satu dari DPO tersebut merupakan seorang narapidana narkotika di lembaga pemasyarakatan Pamekasan.

"Mereka mengaku akan mengedarkan narkoba ini ke wilayah Pulau Madura, atas perintah dari seorang narapidana yang saat ini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Narkotika Pamekasan, Madura," bebernya.

"Narkoba yang akan diedarkan ke Pulau Madura itu didapat oleh para pelaku melalui jasa ekspedisi. Saat ini kami masih sedang menyelidiki dari mana asal narkoba tersebut," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga