Univ. Budi Luhur Inovasi Orientasi Pendidikan di Masa Pendemi Covid 19

Rektor Univ. Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc, MM; Dep, saat membuka Ordik Univ. Budi Luhur di masa pandemi Covid-19 di Univ. Budi Luhur Jakarta.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan perjuangan pendidikan dalam menghadapi pandemi. Metode pembelajaran berbasis teknologi diadaptasikan dan kembangkan, seiring dengan dinamika kurikulum yang diselenggarakan oleh pihak Perguruang Tinggi (PT).

"Kondisi ini diharapkan dapat memicu kreatifitas semua pihak di samping menguatkan implementasi adaptasi kebiasaan baru," ungkap Menteri melalui streaming.

Dia menambahkan, menjadi mahasiswa artinya memasuki fase kehidupan baru, membentuk jati diri seutuhnya melalui perguruan tinggi. Meneruskan pembelajaran dari Ki Hajar Dewantara paradigma pendidikan seharusnya berpulang pada kemerdekaan dan kemandirian pelaku pelajar. Untuk itu menurutnya, mendapatkan nilai merupakan tujuan hidup menjadi manusia seutuhnya yang bermanfaat untuk keluarga, masyarakat dan bangsa.

"Filososfi tersebut untuk mendasari kebijakan Kemendikbud, Merdeka Belajar. Terutama Kampus merdeka. Yang memerdekakan pendidikan untuk mendapatkan pembelajaran pendidikan dengan inovasi yang juga memantik grows mindsite bangsa. Perguruang tinggi didorong lebih adaktif dalam mendorong pendidikan sesuai dengan kurikulum nasional dan kebutuhan global disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa Indonesia," paparnya.

"Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan dan penggerak untuk menghasilkan berbagai solusi bangsa. Ubah paradima perguruan tinggi untuk kuliah dan belajar. Belajar bagaimana bisa berkarya dan bekerja disegala bidang. Bukan hanya kuliah untuk bekerja," tambahnya.

Dalam kesempatan ini juga, Pendiri Yayasan Budi Luhur Cakti Apr 2013 Drs. Djaetun Harjo Saputro menyampaikan, rasa terima kasih atas pilihan para mahasiswa baru memilih berkuliah di UBL. Selain itu, Djaetun juga mengirim salam dan terima kasih atas nama keluarga Besar Budi Luhur kepada Orang tua atau wali mahasiswa.

"Semoga menjadi pilihan tepat dan tidak mengecewakan orang tua kalian. Saya ingin mengucapkan selamat bergabung kepada keluarga besar budi luhur yang tercinta ini," katanya.

Djaetun juga mengingatkan, belajar cerdas adalah hal yang harus dimaklumi dan sadari mahasiswa UBL. Bahwasanya, dengan kuliah cerdas akan menghasilkan mutu atau kualitas anak didik dengan cepat dan tepat waktu masa kuliah. Dengan sendirinya selain belajar cerdas, kedua mahasiswa UBL dituntut nantinya mau tidak mau harus taat atau patuh baik aturan yang diberikan para dosen, fakultas maupun universitas.

"Selain belajar cerdas, ketiga taat aturan, dengan sendirinya anda akan diarahkan. Selain menuntut ketaatan anda juga dituntut untuk mengutamakan kebudiluhuran sehingga output dari hasil pendidikan diharapkan mampu menghasilkan manusia yang cerdas dan berbudi luhur. Semoga kata saya ini bisa dicamkan. Bagaimana supaya bisa tepat waktu kuliah dengan belajar cerdas dan berbudi luhur," pungkasnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga