Ups… 75 Pegawai KPK Terancam Diberhentikan, Novel Baswedan Salah Satunya?

AKURATNEWS - Beredar kabar, 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terancam diberhentikan.

Menurut sumber internal, diketahui mereka yang tidak lolos ujian terdiri dari Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) penyidik dan penyelidik dari unsur internal, pengurus inti Wadah Pegawai (WP) KPK, hingga pegawai berprestasi lainnya. Penyidik senior Novel Baswedan termasuk satu di antara 75 pegawai tersebut.

Novel Baswedan sendiri mengaku telah mendapat informasi mengenai sejumlah nama pegawai lembaga antirasuah, termasuk dirinya yang tidak lolos TWK)sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menilai ada upaya dari dalam untuk menyingkirkan orang-orang berintegritas di tubuh KPK.

"Iya benar, saya dengar info tersebut. Upaya untuk menyingkirkan orang-orang baik dan berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan," ujar Novel melalui keterangan tertulis, Senin (3/5).

"Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut. Karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh Pimpinan KPK sendiri," imbuh Novel.

Terkait kabar ini, Indonesian Corruption Watch (ICW) menduga, hal ini sebagai cara menyingkirkan pegawai KPK yang berintegritas.

"ICW beranggapan ketidaklulusan sejumlah pegawai dalam TWK telah dirancang sejak awal sebagai episode akhir untuk menghabisi dan membunuh KPK," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/4).

"Betapa tidak, sinyal untuk tiba pada kesimpulan itu telah terlihat secara jelas dan runtut, mulai dari merusak lembaga antirasuah dengan UU KPK baru, ditambah dengan kontroversi kepemimpinan Firli Bahuri, dan kali ini pegawai-pegawai yang dikenal berintegritas disingkirkan," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK, Cahya Harefa mengklaim kabar tersebut tidak benar. Sebab, hasil tes tersebut masih tersegel dan belum diumumkan sama sekali di internal KPK. Hasil tes itu menurut Cahya akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan di lembaganya.

"Saat ini hasil penilaian asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK," kata Cahya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/5).

Sementara itu, Ketua KPK, Firli Bahuri masih enggan menanggapi kabar perihal rencana pemecatan tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa KPK telah menerima hasil tes dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), tetapi belum membuka data tersebut.

"Hasil TWK diterima Sekjen dari BKN tanggal 27 April 2021 dan sampai sekarang belum dibuka," ucap Firli.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga