Upss.. Komodo Ini Berani Hadang Truk Masuk ke Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo, Akuratnews.com - Foto yang mempeelihatkan truck yang dihadang seekor komodo saat hendak memasuki pulau Rinca dalam rangka pembangunan Geopark dalam Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ramai dibahas publik.

Foto tersebut dibagikan di berbagai media sosial dengan berbagai caption. Salah satunya di akun Gregorius Afioma, peneliti di Sunspirit For Justice and Peace.

Ia mengupload foto tersebut di akun instagramnya, @gregoriusafioma pada Jumat (23/10) malam. Afioma menyebut, foto tersebut diperolehnya dari rekannya yang saat itu berada di Pulau Rinca.

"Foto yang saya unggah di Instagram itu benar. Foto itu dikirim teman saya yang saat iti berada di Pulau Rinca," ungkap pria yang akrab disapa Afi.

Menurut Afi, kondisi itu menggambarkan Komodo yang sedang terganggu dengan situasi yang terjadi di Pulau Rinca.

"Memang kompleks untuk melihat kondisi itu. Semua orang bisa menafsir foto tersebut. Tetapi, saya melihatnya sedih dan kecewa juga terkait adanya pembangunan Geopark dalam Kawasan TNK itu," ujar Afi.

Ia menjelaskan, jika dari awal model pembangunan seperti itu tidak dilakukan, maka mungkin tidak akan ada truk yang masuk dalam kawasan tersebut. Bukan soal bangunan saja, tetapi, model pengembangan pariwisata ke depannya yang lebih berbasis investasi.

Afi melanjutkan, ada kekeliruan yang prinsipil dalam pengelolaan wisata alam di Pulau Rinca. Pembangunan Geopark di Pulau Rinca, akan membuka ruang bagi pengusaha lainnya untuk melakukan hal yang sama di sana.

Ia menyebut, sebelumnya ada juga sejumlah ijin yang belum dicabut di dalamnya. Pada tahun 2018 diprotes keras oleh aktivis lingkungan.

Afioma mengatakan, karakteristik konservasi Komodo beda dengan dengan konservasi karakteristik binatang langka lainnya.

Masyarakat yang sedari dulu hidup dalam kawasan konservasi Taman Nasional Komodo saja dilarang membangun ini dan itu. Tetapi, pemerintah sendiri, dikatakannya malah yang menginisiasi pembangunan dengan skala besar seperti yang ada saat ini.

"Bagimana pemerintah mengatakan ini pembangunan ramah lingkungan untuk keberlangsungan hidup Komodo, sementara prosesnya sendiri, mereka membawa mobil ke dalam kawasan," tegas Afi.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga